Legenda MotoGP Dani Pedrosa melontarkan saran yang terdengar kontroversial untuk Pecco Bagnaia yang tengah dilanda krisis performa bersama Ducati. Menurutnya, pembalap Italia itu harus berhenti memikirkan hasil dan fokus pada sensasi berkendara.
Bagnaia memang sedang dalam periode sulit. Sejak MotoGP kembali dari jeda musim panas di Silverstone, ia selalu gagal finis di tiga balapan terakhir. Lebih parah, ia juga sudah empat kali berturut-turut harus melewati Q1. Sementara itu, rekan setimnya, Marc Marquez, justru mendominasi dengan lima kemenangan dalam tujuh balapan terakhir dan kini memimpin klasemen.
Masalah utama Bagnaia sepanjang tahun ini adalah kurangnya cengkeraman ban belakang. Sebelum jeda musim panas, ia masih mampu bersaing di podium. Namun, sejak Silverstone, masalah tersebut semakin parah dan Ducati belum menemukan solusinya. Ketegangan antara Bagnaia dan tim pun kembali memanas setelah kamera DAZN menangkap ucapannya di Misano bahwa tim “tidak mengizinkannya” mencoba set-up standar pada GP26.
Pedrosa, yang kini menjadi test rider KTM dan komentator DAZN, yakin bahwa Bagnaia perlu mengabaikan hasil dan fokus penuh pada riding. “Saya tahu apa yang akan saya katakan terdengar aneh, karena kita berada di kejuaraan dunia dan hasil adalah yang paling utama, tapi saya pikir Bagnaia perlu berhenti memikirkan hasil,” ujar Pedrosa.
“Dia perlu fokus pada berkendara, pada pemulihan performa secara bertahap. Riding akan kembali seiring dengan feeling. Ketika Anda kurang percaya diri, Anda tidak bisa berkendara dengan nyaman. Tapi ketika Anda selalu memikirkan hasil, tentang tidak masuk Q2, tidak mendapat posisi start baris depan, atau tidak naik podium... Anda akan menilai segala sesuatunya secara lebih negatif,” tambahnya.
Baca Juga MotoGP Ceko: Pol Espargaro Puas Finis Dekat MarquezMenurut Pedrosa, ini adalah waktu yang tepat bagi Bagnaia untuk melupakan hasil. “Berada di tim resmi Ducati, dengan Marquez menang di sampingnya, hampir mustahil untuk melakukannya, tapi katakanlah itu mungkin satu-satunya cara untuk mulai mendapatkan kembali feeling-nya.”
Dengan tekanan yang terus meningkat, saran Pedrosa mungkin menjadi oase di tengah padang gurun kompetisi. Apakah Bagnaia mampu mengikuti jejak sang legenda dan bangkit, atau justru semakin terpuruk? Kita tunggu aksinya di lintasan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!