MotoGP, Nusantara MediaPedro Acosta mengakui KTM masih membutuhkan waktu untuk mengatasi masalah reliabilitas yang terus menghantui motor RC16 sepanjang musim MotoGP 2026. Pembalap asal Spanyol itu bahkan memperkirakan solusi permanen tidak akan hadir sebelum Grand Prix Jerman di Sachsenring pada 10–12 Juli mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Acosta menjelang MotoGP Belanda di Sirkuit Assen setelah menjalani akhir pekan yang penuh kendala teknis pada Grand Prix Republik Ceko di Brno.

Sepanjang akhir pekan di Brno, Acosta mengalami masalah berbeda hampir setiap hari. Ia mengalami kerusakan teknis saat sesi Practice, kemudian perangkat ride height device bermasalah pada Sprint Race yang berkontribusi terhadap kecelakaannya di Tikungan 11. Puncaknya terjadi pada balapan utama ketika motornya mengalami kerusakan pada lap terakhir sehingga gagal menyelesaikan lomba secara normal.

- Advertisement -

content_6a3d68d77bc14.webp
© Red Bull Content Pool

KTM Masih Mencari Penyebab Masalah

Acosta mengaku situasi di Brno cukup membingungkan karena setiap gangguan yang muncul memiliki penyebab berbeda. Hal tersebut membuat proses analisis menjadi semakin rumit bagi pabrikan asal Austria tersebut.

"Akhir pekan itu sangat sulit, bahkan bagi kami untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi karena setiap hari saya mengalami masalah yang berbeda," ujar Acosta dalam konferensi pers MotoGP Belanda.

Menurutnya, seluruh persoalan teknis tersebut kini sepenuhnya berada di tangan para insinyur KTM. Sebagai pembalap, ia hanya bisa menunggu hingga tim menemukan akar masalah dan menghadirkan solusi yang tepat.

"Bagaimanapun juga, itu bukan sesuatu yang berada dalam kendali saya saat ini. KTM harus memahami apa yang sedang terjadi dan membawa solusi secepat mungkin."

Meski demikian, Acosta pesimistis perbaikan besar dapat dilakukan dalam waktu dekat.

"Sepertinya akan sangat sulit menghadirkan solusi sebelum Sachsenring."

Dengan jadwal MotoGP Belanda yang langsung diikuti MotoGP Jerman sebelum jeda musim panas selama empat pekan, Acosta berharap KTM setidaknya mampu memanfaatkan waktu libur untuk memperbaiki seluruh persoalan reliabilitas yang muncul dalam beberapa balapan terakhir.

"Saat ini kami harus memahami bagaimana memaksimalkan paket motor yang kami miliki di sini. Setelah jeda musim panas nanti, baru kita lihat berada di level mana kami."

content_6a3d68edc864f.webp
© Red Bull Content Pool

Musim Terakhir Bersama KTM

Musim 2026 akan menjadi tahun terakhir Acosta bersama Red Bull KTM Factory Racing sebelum resmi bergabung dengan Ducati Lenovo Team mulai musim 2027.

Kepindahan tersebut telah diumumkan Ducati beberapa hari lalu dan menjadikan Acosta sebagai rekan setim baru Marc Marquez, yang baru saja memperpanjang kontraknya hingga akhir musim 2028.

Perpindahan itu sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depan Acosta, yang sejak awal musim terus dikaitkan dengan Ducati menyusul performanya yang tetap kompetitif meski KTM mengalami berbagai kendala teknis.

Siap Belajar dari Marc Marquez

content_6a3d690a3ae12.webp
© Red Bull Content Pool

Acosta mengaku antusias bekerja sama dengan Marquez mulai musim depan. Menurutnya, pengalaman sembilan kali juara dunia tersebut menjadi aset terbesar yang ingin ia pelajari selama berada di garasi Ducati.

"Saya pikir hal terbesar adalah pengalamannya."

Acosta menilai Marquez merupakan satu-satunya pembalap aktif di grid MotoGP saat ini yang pernah membalap bersama beberapa legenda olahraga tersebut sejak awal kariernya di kelas premier.

"Dia adalah satu-satunya pembalap di grid saat ini yang pernah membalap bersama legenda seperti Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, dan Valentino Rossi pada tahun-tahun awalnya di MotoGP."

Menurut Acosta, pengalaman panjang Marquez menghadapi berbagai generasi pembalap akan menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kemampuannya sendiri.

"Dari mereka dia pasti mendapatkan banyak pengalaman. Mungkin saya juga bisa belajar darinya."

Pembalap berusia 22 tahun itu mengakui dirinya masih berada pada tahap awal karier di MotoGP sehingga masih banyak aspek yang perlu dipelajari, terutama mengenai cara mengelola tekanan dan strategi balapan sepanjang musim.

"Saya masih berada di tahun-tahun awal MotoGP. Untuk mengelola balapan dan tekanan, dia adalah pembalap yang sudah memenangkan sembilan gelar dunia. Dia memiliki pengalaman yang sangat besar dan mungkin bisa membagikannya kepada saya."

Fokus Maksimalkan Hasil Sebelum Pindah

Meski masa depannya telah dipastikan bersama Ducati, Acosta menegaskan fokus utamanya tetap membawa hasil terbaik bagi KTM hingga akhir musim 2026.

Namun sebelum memikirkan target besar pada paruh kedua musim, KTM harus lebih dulu menyelesaikan persoalan reliabilitas yang terus menghambat performa tim. Jika masalah tersebut belum terselesaikan sebelum Sachsenring, maka jeda musim panas diperkirakan menjadi momen penting bagi pabrikan Austria untuk melakukan evaluasi menyeluruh sebelum memasuki paruh kedua kejuaraan.

Dengan hanya tersisa dua seri sebelum libur musim panas, seluruh perhatian KTM kini tertuju pada upaya menghadirkan motor yang lebih andal agar Acosta dapat menutup kiprahnya bersama pabrikan tersebut dengan hasil yang kompetitif.