MotoGP, Nusantara MediaMotoGP resmi mengumumkan perubahan besar untuk kelas Moto3 mulai musim 2028. Dalam regulasi baru tersebut, Yamaha akan menjadi satu-satunya pemasok motor untuk seluruh peserta kejuaraan dunia Moto3 melalui kontrak berdurasi enam tahun.

Keputusan ini menandai berakhirnya era persaingan antarpabrikan di kelas junior Grand Prix, di mana selama ini Honda dan KTM memasok motor prototipe bagi tim-tim Moto3.

Motor baru Yamaha nantinya tetap berstatus prototipe balap penuh, menggunakan basis mesin R7 yang dikembangkan khusus untuk kompetisi. Pabrikan Jepang tersebut menyebut motor itu akan menghasilkan tenaga sekitar 90 hp dengan bobot minimum 120 kilogram. Nama resmi motor tersebut hingga kini masih belum diumumkan.

- Advertisement -

Biaya Jadi Alasan Utama Perubahan

Chief Sporting Officer MotoGP, Carlos Ezpeleta, menjelaskan bahwa perubahan menuju sistem one-make bukan dilakukan untuk mengurangi kualitas kompetisi, melainkan untuk menekan biaya operasional yang selama ini terus meningkat.

Saat ini, satu tim Moto3 diperkirakan membutuhkan biaya sekitar 150.000 dolar Amerika Serikat hanya untuk menjalankan satu motor selama satu musim. Menurut Ezpeleta, angka tersebut terus meningkat akibat persaingan pengembangan teknologi antarprodusen.

"Pengalaman kami menunjukkan bahwa tujuan utama Moto2 dan Moto3 adalah menjadi jalur pembinaan pembalap menuju MotoGP," ujar Ezpeleta.

"Cara terbaik untuk mencapai tujuan itu adalah dengan lingkungan yang memiliki biaya terkendali. Dan satu-satunya cara yang benar-benar efektif adalah menggunakan satu pemasok."

Menurutnya, pengendalian biaya akan membuka peluang lebih besar bagi tim-tim kecil maupun pembalap muda untuk tetap berkompetisi tanpa harus terbebani pengeluaran yang terus meningkat.

Persaingan Pabrikan Dinilai Memicu Lonjakan Biaya

Ezpeleta menilai kompetisi antarprodusen memang mampu meningkatkan performa motor, tetapi di sisi lain juga membuat biaya pengembangan terus membengkak setiap musim.

Ia mengatakan pengalaman selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa setiap kali terjadi persaingan teknologi antarpabrikan, pengeluaran tim ikut meningkat tanpa memandang besar atau kecilnya produsen yang terlibat.

"Fakta menunjukkan ketika ada persaingan kompetitif antarprodusen, tidak peduli sebesar apa pabrikan tersebut, biaya akan terus meningkat."

"Itulah mengapa keputusan ini sejak awal cukup jelas bagi kami."

MotoGP berharap dengan hanya satu pemasok motor, seluruh tim memiliki perangkat yang setara sehingga perhatian dapat difokuskan pada pengembangan kemampuan pembalap, bukan perang teknologi.

Yamaha Siapkan Motor Baru

Yamaha akan membangun motor prototipe baru berbasis mesin R7 yang dirancang khusus untuk Moto3. Selain digunakan pada Kejuaraan Dunia, motor tersebut juga direncanakan akan dipakai di berbagai kejuaraan junior Moto3 di berbagai negara sebagai bagian dari jenjang pembinaan menuju MotoGP.

Dengan adanya standar motor yang sama, Dorna berharap proses pembinaan pembalap muda menjadi lebih terstruktur sekaligus lebih terjangkau dari sisi biaya.

Bukan Konsep Baru di MotoGP

Konsep pemasok tunggal sebenarnya bukan hal baru dalam paddock MotoGP. Sejak Moto2 menggantikan kelas 250cc pada 2010, seluruh peserta menggunakan mesin standar. Awalnya Moto2 memakai mesin Honda sebelum beralih ke Triumph mulai musim 2019.

Perbedaannya, Moto2 masih membuka peluang bagi berbagai produsen sasis untuk bersaing, sedangkan Moto3 mulai 2028 akan menggunakan motor yang sepenuhnya dipasok Yamaha.

Meski demikian, Ezpeleta menegaskan perubahan tersebut tidak akan mengurangi nilai prestise Moto3 sebagai kejuaraan dunia.

"Saya rasa tidak sama sekali. Ketika Moto2 menggantikan kelas 250cc pada 2010, tidak ada yang menyebut Moto2 sebagai sekadar ajang one-make."

"Ya, memang masih ada beberapa produsen sasis, tetapi itu tidak pernah mengurangi nilai seorang pembalap yang menjadi juara dunia. Saya yakin Moto3 juga akan tetap seperti itu."

Program Pembinaan Tetap Berjalan

Ezpeleta juga memastikan perubahan regulasi tidak berarti Honda maupun KTM harus menghentikan program pembinaan pembalap muda mereka.

Menurutnya, kedua pabrikan tetap dapat menjalankan akademi balap dan mendukung pembalap hingga ke level MotoGP, meskipun nantinya mereka tidak lagi memproduksi motor Moto3 untuk kejuaraan dunia.

Keputusan tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan baru antara efisiensi biaya dan kualitas kompetisi, sekaligus memperkuat jalur pembinaan pembalap menuju kelas utama MotoGP.

Dengan waktu implementasi yang masih sekitar 18 bulan lagi, Yamaha dan Dorna kini memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pengembangan motor baru sebelum era baru Moto3 resmi dimulai pada musim 2028.