Pedro Acosta menyebut rencana KTM berjalan sesuai harapan setelah Jumat yang menjanjikan di Grand Prix San Marino. Pembalap muda itu mengaku puas dengan pace yang ditunjukkan meski sempat terjatuh di FP1.

Acosta menutup hari di posisi keenam, terpaut 0,344 detik dari Marco Bezzecchi yang tercepat. "Pace cukup bagus. Ban, feeling juga bagus. Hanya kurang di time attack, tapi itu bukan kekuatan kami. P6, tidak terlalu jauh. 1m30,4s, itu waktu kualifikasi saya tahun lalu. Menjanjikan," ujarnya.

Pendekatan agresif KTM dengan set-up motor menjadi kunci. Acosta mengungkapkan bahwa ia meminta merek Austria itu mengambil risiko lebih besar pada paruh kedua musim. Hasilnya terlihat di Silverstone dan Aragon, dan kini di Misano. "Saya biasanya bukan orang yang banyak mengubah motor. Tapi sepertinya berhasil. Motor meningkat dari FP1 ke PR. Rencananya berjalan," tambahnya.

- Advertisement -
Advertisement

Insiden crash di FP1 disebutnya akibat masalah elektronik. "Saya mengalami masalah. Feeling dengan elektronik kurang bagus. Itu mengejutkan karena saya tidak sedang push. Tapi itulah yang terjadi. Dua balapan terakhir saya crash di FP1 dan tidak mempengaruhi balapan Minggu. Semoga sama," jelasnya. Meski demikian, ia tetap optimistis karena kecepatan tetap kompetitif.

Baca Juga Di Giannantonio: Sprint Aragon Bagai Balap di Atas Es

Soal pilihan ban, Acosta menghabiskan sesi sore dengan ban belakang soft. Ia yakin ban itu bisa menjadi opsi untuk balapan, namun akan menguji medium pada Sabtu pagi. "Saya harus coba medium besok. Sejujurnya bukan pilihan buruk, tapi saya kaget melihat kecepatan orang-orang dengan medium. Bezzecchi 30,9, Alex Marquez, Moreira juga. Banyak yang cepat. Besok kami coba, tapi soft sepertinya bukan pilihan buruk," tuturnya.

Dengan performa yang terus meningkat, Acosta dan KTM tampaknya siap memberikan kejutan di sisa musim. Jika rencana terus berjalan, bukan tidak mungkin ia kembali ke podium.