Sesi latihan bebas hari Jumat di sirkuit Sepang menyajikan kontradiksi yang cukup menarik bagi Pedro Acosta. Di satu sisi, pembalap muda berbakat asal Spanyol ini sukses mencatatkan waktu tercepat ketiga, menempatkannya di posisi yang sangat kompetitif dan tidak terpaut jauh dari catatan waktu milik Marc Marquez yang menguasai jalannya sesi dengan meyakinkan. Namun, di balik catatan waktu impresif yang terpampang di papan monitor, sang debutan justru menyimpan kekecewaan mendalam terkait performa mekanis motornya. Kondisi ini memperlihatkan betapa rumitnya dinamika dunia balap motor Grand Prix, di mana kecepatan satu putaran tidak selalu mencerminkan kenyamanan di atas lintasan.

Berdasarkan laporan yang dihimpun dari kolaborator lapangan, Acosta secara terbuka mengakui bahwa dirinya sama sekali tidak merasa nyaman dengan karakter motor KTM yang ditungganginya sepanjang sesi latihan hari itu. Masalah utama yang dikeluhkan berpusat pada sektor depan motor yang terasa asing dan sulit dikendalikan. Situasi ini membuatnya harus bekerja ekstra keras setiap kali harus merebahkan motor memasuki tikungan, sebuah kendala fatal bagi pembalap yang mengandalkan presisi tinggi pada titik pengereman.

Dalam sesi wawancara setelah sesi berakhir, Acosta tidak menutup-nutupi rasa frustrasinya terhadap kinerja kuda besi pabrikan Austria tersebut. "Es cierto que no estamos lejos de los primeros, estamos entre los tres o cuatro primeros, pero no se por que no tengo sensaciones con el tren delantero de la moto. Me cuesta mucho hacerla girar y encontrar los puntos de frenada adecuados«, ungkap Acosta mengenai kendala teknis yang dihadapinya di atas lintasan Sepang.

- Advertisement -
Advertisement

Lebih lanjut, pembalap bernomor lambung tersebut menegaskan bahwa fokus utamanya bersama tim teknik bukanlah mencari catatan waktu lap tercepat pada sesi kualifikasi esok hari. Prioritas mendesak yang harus segera diselesaikan adalah mengembalikan koneksi dan umpan balik natural antara dirinya dan bagian depan motor agar bisa tampil konsisten sepanjang balapan akhir pekan ini. "Tenemos que analizarlo porque, aunque el tiempo por vuelta no ha sido tan malo, las sensaciones han sido terribles«, tambah Acosta, menyiratkan bahwa pekerjaan rumah yang menanti timnya malam ini sangatlah berat.

Baca Juga Toprak Razgatlioglu Akui Belum Percaya Ban Depan Michelin

Selain persoalan teknis pada motornya, Acosta turut menyuarakan kritik tajam terhadap kondisi permukaan lintasan sirkuit Sepang yang dinilai semakin memburuk dari tahun ke tahun. Keluhan ini senada dengan apa yang sebelumnya telah disuarakan oleh pembalap lain seperti Alex Marquez. Menurutnya, masalah utama aspal bukan hanya sekadar gundukan biasa, melainkan cengkeraman yang hilang secara tiba-tiba di area tertentu serta serpihan batu kecil yang mulai terlepas dari badan aspal, yang tentu saja meningkatkan risiko kecelakaan bagi seluruh pembalap.