Pedro Acosta akhirnya memecahkan kutukan di MotoGP Austria 2026. Pembalap Red Bull KTM itu mengaku sempat dilanda kecemasan luar biasa sebelum meraih kemenangan perdananya di kelas premier, Minggu (16/8). Tekanan memuncak setelah ia dua kali terjatuh, termasuk insiden memalukan di Sprint Race sehari sebelumnya.
"Kemarin kesalahan besar. Dan juga hari ini di warm-up, karena saya menghancurkan motor balap saya," ujar Acosta kepada situs resmi MotoGP. "Jujur, saya sangat ketakutan, karena saya benar-benar tidak ingin membuat kesalahan lagi di rumah KTM. Tapi kami mengatasinya."
Balapan utama berlangsung dramatis. Acosta yang start dari posisi ketiga langsung melorot ke urutan kelima di awal lomba. Namun, pembalap berusia 22 tahun itu bangkit dengan melewati Marc Marquez serta duo Aprilia, Ai Ogura dan Marco Bezzecchi, hanya dalam tiga putaran. Ia kemudian memburu pemimpin klasemen Jorge Martin dan mengambil alih pimpinan pada putaran kesembilan.
Sejak momen itu, Acosta tak terbendung. Ia menjaga jarak 0,5-0,7 detik dari Martin hingga bendera finis, sekaligus mengelola konsumsi bahan bakar di sirkuit Red Bull Ring yang menantang. "Saya hanya mencoba belajar dari kesalahan kemarin, dan berusaha tidak membuat jarak terlalu jauh," jelasnya.
Kemenangan ini terasa istimewa karena KTM sempat terpuruk secara finansial. "Mereka kesulitan tahun lalu bahkan untuk tetap bersaing. Dan akhirnya, bagaimana mereka bangkit dari kebangkrutan, dan kami mengembalikan potensi motor kami sungguh luar biasa," tambah Acosta. Ia juga berterima kasih kepada tim Tech3 yang membantunya memperbaiki motor setelah crash pagi.
Baca Juga Martin Kuasai Klasemen MotoGP 2026 Usai Austria, Marquez Tertinggal 12 PoinSelepas balapan, Acosta melakukan selebrasi unik: menjatuhkan RC16-nya dan berguling-guling di lokasi kecelakaannya di Sprint. "Tidak ada cara lain untuk merayakan kemenangan itu," katanya sambil tersenyum. Ia pun mengenang kemenangan terakhirnya di Moto2 Indonesia 2023, momen ketika Tech3 mengumumkan dirinya naik ke MotoGP.
Dengan hasil ini, Acosta membuktikan bahwa kesabaran dan kerja keras membuahkan hasil. Ia kini tercatat sebagai pemenang grand prix setelah sebelumnya hanya mampu naik podium 15 kali tanpa kemenangan. Kemenangan di Austria juga menjadi sinyal kebangkitan KTM di paruh musim 2026.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!