Jorge Martin harus puas menelan pil pahit di MotoGP Austria akhir pekan lalu. Memulai balapan dari posisi terdepan, pembalap Aprilia itu memimpin delapan lap pembuka di Red Bull Ring, namun tak mampu membendung laju ganas Pedro Acosta yang akhirnya keluar sebagai pemenang untuk pertama kalinya di kelas premier.

Martin, yang sehari sebelumnya menang Sprint setelah Acosta melakukan kesalahan di akhir balapan, kali ini harus rela finis kedua dengan selisih 1,017 detik. Meski kehilangan kemenangan, ia tetap mengambil sisi positif dari performanya dan mengakui kehebatan lawannya. "Saya rasa hari ini Pedro bertarung untuk sesuatu yang lebih dari sekadar kemenangan setelah penantian panjang," ujar Martin. "Tentu saja selamat untuk Pedro. Kemenangan pertama rasanya luar biasa."

Ketika ditanya di mana Acosta memiliki keunggulan atas RS-GP miliknya, Martin dengan gamblang menyebut kemampuan pengereman lawan. "Di tikungan ketiga dia mengerem seperti binatang! Dia membuat langkah besar di sana. Juga di tikungan lima. Di sisa trek kami cukup mirip, tapi di sektor kedua dia luar biasa," puji pembalap Spanyol itu. "Pertarungan yang menyenangkan dan bagus bisa berdiri di podium bersamanya."

- Advertisement -
Advertisement

Meski gagal menang, Martin tetap meninggalkan Austria dengan modal berharga: ia kembali merebut puncak klasemen MotoGP dari Marc Marquez dengan keunggulan 12 poin. Marquez sendiri hanya finis kelima. "Kepemimpinan datang dan pergi. Saya tidak terlalu memikirkannya," tegas Martin. "Ini pertarungan besar. Jika Pedro terus menang seperti akhir pekan ini dengan dominasi seperti ini, saya pikir dia juga masuk dalam perburuan."

Baca Juga Aragon Jadi Penentu Nasib Ducati di Perebutan Gelar MotoGP 2026?

Acosta kini menempati posisi keempat di klasemen, terpaut 72 poin dari Martin, menjelang putaran pertama di Jepang. Martin menyadari bahwa persaingan gelar musim ini akan semakin ketat, terutama dengan performa impresif Acosta. "Akan menarik menyambut rangkaian balapan di Asia," ujarnya. "Kami akan mencoba menyamai kecepatan yang saya miliki di sini. Jika saya punya kecepatan ini, saya pikir saya akan bertarung. Tentu ada balapan di mana saya kesulitan dan kami sedikit tertinggal. Itu bagian dari permainan. Tapi saya merasa kuat dan kami bisa tampil baik di sisa musim."

Dengan sembilan balapan tersisa, perebutan gelar MotoGP 2025 masih sangat terbuka. Martin, Marquez, dan Acosta menunjukkan bahwa konsistensi dan kecepatan akan menjadi kunci. Sirkuit Motegi di Jepang akan menjadi ujian berikutnya bagi para penantang gelar.