Pagi ini, suasana mencekam menyelimuti Pasar Baru Semi Kandang Sapi di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Pemerintah Daerah (Pemda) Lebak memindahkan paksa para pedagang dari Pasar Kota Rangkasbitung. Akibatnya, dua pedagang menjadi korban. Satu orang meninggal dunia secara mendadak, sementara satu lainnya mengalami kesurupan berulang kali. Selain itu, kejadian ini memicu kepanikan di kalangan ratusan pedagang yang baru menempati lokasi tersebut sejak dini hari.
Sekitar pukul 04.30 WIB, para pedagang sibuk membongkar dagangan mereka. Tiba-tiba, seorang pedagang pria berinisial S (45) ambruk di lapaknya. Saksi mata melaporkan bahwa korban sempat mengeluh sesak napas sebelum kehilangan kesadaran. Kemudian, petugas menyatakan S meninggal dunia di tempat. Tak lama setelah itu, pedagang wanita berinisial R (38) mulai berteriak histeris, menggeliat-geliat, dan berbicara dengan suara aneh. Warga menduga R mengalami kesurupan. Meskipun demikian, R terus mengalami episode kesurupan hingga siang hari, walaupun dukun setempat dan petugas medis sudah menanganinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemda Lebak memindahkan sekitar 200 pedagang secara paksa pada Sabtu malam (16 November 2025). Mereka memindahkan pedagang dari Pasar Kota Rangkasbitung ke lokasi baru yang disebut Pasar Baru Semi Kandang Sapi. Proses pemindahan ini dimulai sejak Sabtu malam dan selesai pada Minggu pagi. Korban meninggal, S, seorang pedagang sayur mayur asal Rangkasbitung, baru pindah ke lapak nomor 12 di pasar baru. Sementara itu, korban kesurupan, R, seorang pedagang pakaian, menempati lapak nomor 27.
Lokasi pasar yang menempel dengan makam besar memicu spekulasi mistis di kalangan pedagang. Pemindahan tergesa-gesa tanpa persiapan spiritual memperburuk situasi. Oleh karena itu, beberapa pedagang mengaku mendengar suara tangisan dan melihat bayangan aneh sejak tiba di lokasi. Selain isu mistis, pedagang juga mengeluhkan atap bocor, listrik tidak stabil, dan akses jalan sempit. Namun, hal ini semakin memperburuk kondisi mereka.
Polsek Rangkasbitung memasang garis polisi dan melakukan olah TKP. Petugas membawa jenazah S ke RS Adjidarmo untuk autopsi. Di sisi lain, puluhan pedagang mogok berdagang dan menuntut pemindahan kembali atau kompensasi. Koordinator Pedagang, Maman Suryaman, menyatakan, “Pemda memaksa kami pindah tanpa doa, sekarang ada korban. Ini kutukan!” Akhirnya, rumor mistis menyebar cepat via media sosial, yang membuat warga enggan mendekat.
Penulis : Tim












