Saat MotoGP bersiap untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Phillip Island setelah tiga puluh edisi yang ikonis, para pebalap merenungkan apa yang membuat venue legendaris di Australia ini menjadi sebuah ujian yang benar-benar unik. Ajang balap motor paling bergengsi di dunia ini harus melakoni balapan terakhirnya di sirkuit tepi laut tersebut akhir pekan ini, menandai berakhirnya sebuah era panjang yang penuh dengan sejarah kecepatan, drama, dan pemandangan alam yang memukau.

Setelah tiga dekade menggelar ajang balap di sirkuit yang terletak di Negara Bagian Victoria ini, kelas utama dijadwalkan akan beralih menuju lintasan balap jalan raya perkotaan pertama mereka di Adelaide mulai tahun 2027 mendatang. Keputusan strategis ini diambil menyusul inisiatif dari pemilik baru ajang, Liberty Media, yang berambisi untuk membawa atmosfer balapan agar lebih dekat dengan pusat kota besar. Kendati demikian, meninggalkan salah satu sirkuit dengan lanskap pemandangan paling indah di kalender balap dunia tetap menyisakan perspektif yang sangat memilukan bagi para penggemar setia maupun para pebalap itu sendiri.

Konsensus di antara para bintang lintasan sangatlah jelas, di mana mereka secara terbuka mengakui akan sangat merindukan karakter unik dari sirkuit ini. "Sangat disedihkan bahwa tahun depan kami tidak akan datang ke sini lagi," aku Pedro Acosta dengan nada penuh penyesalan, mencerminkan sentimen mendalam yang dirasakan oleh sebagian besar penghuni paddock. Hal senada juga disampaikan oleh penantang gelar juara dunia, yang menyadari betul bahwa atmosfer di trek ini tidak akan pernah bisa tergantikan oleh sirkuit modern manapun di masa depan.

- Advertisement -
Advertisement

"Saya yakin saya akan merindukan Phillip Island selama beberapa tahun ke depan," gema dari Jorge Martin, yang mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pemenang Sprint pertama di sirkuit ini pada musim 2024. "Mungkin kita akan bisa kembali lagi di masa depan, tetapi untuk saat ini saya pasti akan sangat merindukannya," imbuh pebalap asal Spanyol tersebut dalam sesi konferensi pers jelang akhir pekan balapan yang emosional ini.

Baca Juga Klasemen MotoGP 2026: Jorge Martin Rebut Puncak Usai GP Indonesia

Dilansir dari Motorsport Week, sepanjang tiga puluh Grand Prix yang telah diselenggarakan di venue tersebut, sirkuit ini terbukti secara konsisten menghasilkan beberapa pertarクション balapan terbaik sepanjang masa. Bintang lokal kebanggaan tuan rumah, Jack Miller, menegaskan bahwa tata letak trek yang mengalir deras selalu menghadirkan tontonan luar biasa. Ketika memikirkan sirkuit ini, tak terhitung banyaknya memori indah dan gambar spektakuler yang langsung terlintas di benak para pebalap profesional.

Terletak di sebuah pulau yang berjarak sekitar 86 mil dari Melbourne di Selat Bass, Phillip Island juga terkenal sebagai habitat berbagai satwa liar yang kerap melakukan kemunculan mengejutkan di sekitar area lintasan. Letak geografisnya yang ekstrem juga kerap menghadirkan kondisi cuaca yang sulit ditebak, mulai dari terpaan angin kencang hingga hujan lebat yang sering kali mengacaukan jalannya sesi latihan maupun perlombaan utama, persis seperti insiden cuaca ekstrem yang memaksa jadwal Grand Prix utama dipindahkan ke hari Sabtu pada musim 2023 lalu.