Aksi pembuka akhir pekan Formula 1 di Circuit of the Americas langsung menyajikan persaingan ketat di barisan depan. Pembalap Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, sukses mencatatkan waktu tercepat pada sesi latihan bebas pertama (FP1) Grand Prix Amerika Serikat di Austin, mengungguli rival terbesarnya dari Red Bull Racing.
Di atas aspal Circuit of the Americas yang bersuhu panas dan terkenal dengan kontur bergelombangnya sepanjang 5,5 kilometer, Leclerc berhasil menundukkan catatan waktu Max Verstappen dengan keunggulan tipis 0,084 detik. Ferrari turun ke lintasan dengan membawa paket pembaruan aerodinamika terbaru yang diyakini sebagai iterasi final musim ini, mencakup revisi pada bagian lantai, bargeboard, sidepod, serta diffuser.
Meskipun pihak tim sempat meredam ekspektasi publik dengan menyebutnya sebagai peningkatan minor, performa di trek justru berbicara lain. Leclerc bersama rekan setimnya langsung mampu beradaptasi dengan cepat sejak menit-menit awal sesi latihan, mencatatkan waktu kompetitif menggunakan kompon ban medium sebelum akhirnya beralih ke ban lunak di paruh kedua sesi.
Di sisi garasi Red Bull, sang juara bertahan menghadapi sejumlah kendala keseimbangan mobil dan masalah kemudi di awal sesi. Namun, Verstappen mampu merespons dengan cepat untuk melesat ke posisi kedua setelah menorehkan catatan waktu impresif, terutama berkat keunggulan kecepatan di sektor pertama yang memiliki tikungan-tikungan mengalir cepat ala Esses.
Baca Juga Pujian Petinggi Red Bull untuk Christian Horner Usai Kemenangan Mesin F1Persaingan di papan atas semakin sengit karena melibatkan empat tim berbeda yang saling berkejaran di posisi teratas. Lando Norris dari McLaren mengamankan tempat ketiga, sementara barisan pembalap Mercedes dan tim-tim papan tengah turut memberikan perlawanan ketat di sirkuit yang dikenal memiliki karakteristik teknis yang sangat menuntut ket precision tinggi tersebut.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!