Banten, Nusantara Media - Memasuki hari ketiga pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten bersama Tim SAR Gabungan mengambil langkah strategis dengan memperluas sektor pencarian speed boat hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

​Insiden ini bermula ketika sebuah speed boat yang membawa delapan orang penumpang dilaporkan tidak dapat dihubungi dan hilang kontak di wilayah perairan tersebut. Delapan korban yang hingga kini masih dalam pencarian terdiri dari kapten kapal, anak buah kapal (ABK), pemandu wisata (guide), serta lima orang jurnalis yang tengah menjalankan tugas peliputan.

​Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, S.Sos., menjelaskan bahwa perluasan area ini dilakukan demi mengoptimalkan proses penyisiran korban. Pada hari ketiga operasi (H.3) ini, area pencarian dibagi secara masif menjadi enam sektor dengan total luas cakupan mencapai 2.483 nautical mile persegi.

- Advertisement -
Advertisement

​Operasi skala besar tersebut melibatkan sinergi lintas instansi dan elemen masyarakat. Unsur yang dikerahkan meliputi Basarnas, TNI AL, Polairud, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Potensi SAR, hingga dukungan aktif dari nelayan dan warga setempat. Berbagai sarana mutakhir turut diturunkan untuk mempercepat penemuan korban, di antaranya kapal SAR, Rigid Inflatable Boat (RIB), drone thermal, peralatan SAR air, perlengkapan medis, serta perangkat komunikasi pendukung.

​Kendati demikian, Tim SAR Gabungan harus menghadapi tantangan alam yang cukup berat di lapangan. Berdasarkan laporan meteorologi, kondisi cuaca di wilayah operasi terpantau cerah berawan tebal dengan tiupan angin dari selatan ke utara berkecepatan sekitar 15 knot. Selain itu, situasi laut diwarnai oleh ketinggian gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter, sehingga menuntut tingkat kewaspadaan tinggi dari seluruh personel di lapangan.

Baca Juga Kecelakaan Maut di Perlintasan Kereta Padang, Dua Siswa Tewas

​“Keselamatan personel tetap menjadi prioritas, namun upaya pencarian akan terus kami lakukan secara maksimal. Kami berharap seluruh korban segera ditemukan dan dapat kembali kepada keluarga,” tegas Al Amrad saat mengonfirmasi perkembangan operasi.

​Hingga laporan ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih terus bergerak melakukan penyisiran ketat di berbagai titik koordinat Perairan Selat Sunda guna membuahkan hasil yang optimal.