Balapan penuh drama tersaji di Sirkuit Interlagos, di mana Lando Norris sukses keluar sebagai pemenang setelah mengatasi awal balapan yang sulit dari posisi pole. Dalam balapan yang dimulai dan diakhiri dalam kondisi basah namun sebagian besar berjalan di atas lintasan yang mulai mengering, pembalap asal Inggris tersebut menunjukkan ketenangan luar biasa. Meskipun sempat kehilangan posisinya pada lap pembuka, ia mampu bangkit secara impresif untuk mengamankan kemenangan ketiga musim ini dengan keunggulan telak 14,6 detik atas rival-rivalnya di belakang.

Kondisi cuaca yang berubah-ubah serta strategi pit stop yang krusial langsung mewarnai jalannya lomba sejak lampu padam. Lando Norris sempat merosot ke posisi ketiga pada lap pembuka setelah disalip oleh para pesaingnya. Namun, dengan kecepatan mobil yang mumpuni serta keputusan taktis yang tepat, perlahan tapi pasti ia mampu merangsek kembali ke barisan terdepan. Lintasan Interlagos yang menantang menuntut konsentrasi tingkat tinggi, terutama saat transisi dari ban basah ke ban kering di tengah tekanan konstan dari para pesaing terdekatnya.

Sementara itu, pertarungan sengit juga terjadi di barisan belakang yang melibatkan sang juara dunia bertahan. Max Verstappen kembali menampilkan aksi luar biasa melalui sebuah drive pemulihan yang memukau dari posisi start ke-21 di grid belakang. Pembalap asal Belanda tersebut secara sensasional merangsek naik hingga finis di posisi kedua, menambahkan catatan podium yang berkesan di Interlagos. Di sisi lain, rekan setimnya di Red Bull, Isack Hadjar, melengkapi komposisi podium dengan finis di tempat ketiga, terpaut 9,8 detik di belakang Verstappen untuk meraih podium keempat dalam kariernya.

- Advertisement -
Advertisement

Bagi kubu pabrikan Jerman, akhir pekan ini menjadi momen penutup musim yang sangat manis. Meskipun menghadapi berbagai kendala dan insiden kecil selama balapan, tim yang berbasis di Brackley tersebut berhasil memastikan gelar juara dunia konstruktor jatuh ke tangan mereka. Keberhasilan ini sekaligus melengkapi pencapaian gemilang tim setelah sebelumnya mengamankan gelar juara dunia pembalap. Ini merupakan titel konstruktor kesembilan bagi skuad tersebut dan yang pertama kalinya dirasakan kembali sejak musim 2021.

Baca Juga Verstappen Was-was Cari Titik Salip di F1 Spanyol 2026

Di kubu rival terdekat, Ferrari harus melewati Minggu sore yang berat dan penuh frustrasi. Baik Charles Leclerc maupun Lewis Hamilton gagal meniru aksi gemilang pemulihan Max Verstappen dari barisan belakang. Keduanya harus puas masing-masing finis di posisi ketujuh dan kesembilan. Hasil tersebut menutup rapat peluang Ferrari untuk memperpanjang pertarungan gelar konstruktor hingga tiga seri terakhir musim ini, sehingga gelar juara resmi direbut oleh pesaing utama mereka.

Selepas bendera finis dikibarkan, Lando Norris tidak dapat menyembunyikan rasa puasnya atas kemenangan ke-13 sepanjang kariernya ini. Ia mengakui betapa rumitnya menaklukkan sirkuit dalam balapan yang penuh tantangan teknis. "Itu adalah balapan yang sangat berat. Sangat berat," ujar Lando Norris mengomentari jalannya lomba. Ia menambahkan bahwa kunci kesuksesannya hari ini adalah menjaga ketenangan, menghindari kesalahan fatal, serta memaksimalkan kecepatan mobil di saat-saat paling menentukan.