Lumajang, Nusantara Media– Momen mencekam dan nyaris tragis terjadi di Sungai Regoyo, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (23/2/2026). Seorang ayah bernama Anton (44) bersama putrinya, Vita, siswi kelas 4 SD Negeri Jugosari 3, terseret banjir lahar dingin Gunung Semeru saat nekat menyeberangi sungai menggunakan sepeda motor demi mencapai sekolah di seberang.
Kejadian ini bermula ketika Anton berusaha mengantar Vita berangkat sekolah pasca-libur. Meski warga sekitar sudah memperingatkan akan derasnya arus lahar yang dipicu hujan intens sejak Minggu sore, Anton tetap nekat menerjang aliran material vulkanik yang membawa pasir, lumpur, dan batu. Sayangnya, motor yang dikendarainya kehilangan keseimbangan di tengah arus deras, hingga keduanya tergelincir dan terseret sejauh sekitar lima meter.
Beruntung, aksi cepat warga Dusun Sumberlangsep menyelamatkan nyawa ayah dan anak tersebut. Mereka berhasil ditarik ke tepi sungai sebelum arus semakin ganas. Vita dan Anton selamat meski mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh. Perlengkapan sekolah Vita basah kuyup, sementara motor Anton mogok total akibat terendam lahar.
Insiden ini kembali menyoroti penderitaan warga Dusun Sumberlangsep yang hingga kini belum memiliki akses jembatan permanen aman. Jembatan penghubung telah putus dan tertimbun material erupsi Gunung Semeru sejak beberapa tahun lalu, termasuk dampak erupsi besar sebelumnya serta lahar susulan yang kerap menerjang Sungai Regoyo. Jalur sungai ini menjadi satu-satunya akses warga untuk berangkat kerja, bersekolah, dan beraktivitas sehari-hari.
Video detik-detik kejadian yang direkam warga langsung viral di media sosial, menunjukkan betapa mencekamnya momen tersebut. Warga berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan infrastruktur jembatan yang layak dan aman guna mencegah kejadian serupa terulang..
Pihak berwenang diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan Semeru, terutama saat cuaca ekstrem. Masyarakat sekitar lereng Semeru diharapkan selalu memantau informasi resmi dari BPBD dan PVMBG serta menghindari aktivitas berisiko di aliran sungai saat debit lahar meningkat.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!