Pihak NASCAR secara tegas menepis berbagai spekulasi liar yang menyebutkan bahwa hasil balapan di sirkuit Talladega Superspeedway telah direkayasa untuk memenangkan salah satu unggulan utama musim ini. Perbincangan hangat ini mencuat setelah Kyle Larson sukses meraih kemenangan dramatis di tengah kekacauan balapan yang mempertemukan para pebalap top Amerika Serikat dalam persaingan ketat menuju gelar juara lanjutan.
Sebelum balapan dimulai, spekulasi sempat merebak di area garasi menyusul laporan dari reporter terkemuka Danielle Trotta melalui akun media sosial pribadinya. Laporan tersebut mengklaim bahwa pabrikan Chevrolet telah memberikan instruksi khusus kepada tim dan pebalapnya agar memberikan bantuan penuh kepada Larson guna memaksimalkan perolehan poin tahapan demi tahapan. Isu tersebut langsung memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar maupun pengamat motorsport global yang mempertanyakan integritas kompetisi.
Kecamuk persaingan semakin memuncak ketika insiden besar terjadi hanya dengan menyisakan enam putaran tersampaikan. Mobil Ford Mustang yang dikemudikan oleh pebalap Team Penske, Joey Logano, mengalami kecelakaan hebat hingga terbalik di bagian lurusan depan. Insiden horor ini secara otomatis mengeliminasi sejumlah penantang gelar juara penting lainnya seperti Austin Cindric, pebalap RFK Racing Chris Buescher, serta andalan Joe Gibbs Racing Chase Briscoe dari barisan terdepan.
Drama berlanjut pada sesi restart masa perpanjangan waktu di mana Larson sempat kehilangan momentum dan terlempar keluar dari posisi sepuluh besar usai kendaraannya mengalami selip akibat dorongan dari mobil Austin Hill. Namun, dalam kurun waktu kurang dari setengah putaran, pemandangan luar biasa tersaji saat Larson berhasil melesat kembali ke barisan depan berkat bantuan dorongan strategis dari pebalap Trackhouse Racing, Ross Chastain, serta pemanfaatan aliran udara dari kendaraan di depannya.
Kecepatan luar biasa mobil Camaro bernomor lambung 5 milik Hendrick Motorsports tersebut memicu tudingan baru bahwa para pebalap sesama pengguna mesin Chevrolet sengaja mengendurkan kecepatan demi membiarkan Larson menang. Menanggapi tuduhan miring ini, pebalap yang finis di posisi ketiga, Ricky Stenhouse Jr., dengan tegas membantahnya. Pernyataan tersebut diperkuat oleh data resmi NASCAR yang membuktikan bahwa Stenhouse bersama rekan setim Larson, William Byron, dan Cole Custer sama sekali tidak mengurangi kecepatan mereka di lintasan.
Baca Juga Van Gisbergen Perluas Program NASCAR Bersama JR MotorsportsKru kepala Ricky Stenhouse Jr., yakni Mike Kelley, turut memberikan klarifikasi senada untuk meredam spekulasi yang berkembang di ruang publik. Dalam pernyataannya, Kelley menegaskan bahwa timnya tampil di Talladega semata-mata untuk memburu kemenangan bagi para sponsor dan pemilik tim, bukan sekadar menjadi penonton atau pengawal di barisan belakang. Bahkan, komunikasi profesional dilaporkan telah terjalin dengan pihak kepala kru Larson, Cliff Daniels, usai balapan rampung.
Sementara itu, pebalap senior Denny Hamlin berpandangan bahwa strategi saling membantu antar-pabrikan bukanlah sebuah rahasia besar di dalam paddock. Menurutnya, publik hanya merasa terkejut ketika instruksi atau strategi semacam itu diungkapkan secara terbuka ke ranah publik. Satusatunya instruksi verbal resmi yang tercatat di lap terakhir adalah arahan dari spotter Brandon McReynolds agar Ross Chastain memberikan dorongan kepada Larson demi keuntungan kompetitif kedua belah pihak menjelang garis finis.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!