Suasana menegangkan seketika menyelimuti lintasan superspeedway yang terkenal angker ketika balapan memasuki sisa enam putaran terakhir. Sebuah insiden beruntun yang masif atau yang kerap disebut sebagai kecelakaan besar pecah di jalur utama, melibatkan sejumlah mobil papan atas termasuk kendaraan yang dikemudikan oleh Joey Logano dari tim Team Penske. Kejadian dramatis ini langsung mengubah jalannya lomba secara drastis dan memicu gelombang kekhawatiran dari para penonton serta tim di paddock.
Kecelakaan bermula ketika mobil Ford Mustang nomor 22 yang dikemudikan Logano berada di posisi yang sangat terjepit di antara dua pembalap lain. Di sisi luar, terdapat Ross Chastain dari Trackhouse Racing yang tengah berjuang keras menghindari tertinggal satu lap, sementara di sisi lainnya menguntit ketat pembalap Spire Motorsports yakni Carson Hocevar. Ruang gerak yang semakin menyempit di kecepatan tinggi membuat kontak fisik tidak terhindarkan di area lintasan lurus depan.
Situasi bertambah parah ketika mobil Logano kehilangan traksi, berputar arah, lalu secara mengejutkan terangkat ke udara setelah membentur bagian hidung mobil Toyota Camry nomor 19 milik Chase Briscoe yang memperkuat Joe Gibbs Racing. Benturan tersebut membuat kendaraan Logano mendarat dalam posisi terbalik di atas aspal. Tidak hanya itu, kekacauan tersebut turut menyeret pembalap lain seperti Riley Herbst dari 23XI Racing yang mengalami hantaman paling keras akibat menghantam tembok luar sebelum menabrak penghantar benturan SAFER bagian dalam dengan kecepatan tinggi.
Di tengah kepulan asap dan serpihan kendaraan yang berserakan di sepanjang trek, bintang balap asal Selandia Baru Shane van Gisbergen langsung melaporkan kerusakan parah pada kendaraannya. Ia segera menghentikan mobilnya di area apron tikungan pertama dan memutuskan keluar dari kokpit setelah menyadari kendaraannya sudah tidak layak untuk melanjutkan sisa balapan yang semakin memanas.
Melalui sambungan radio tim, ia menyampaikan kekecewaannya secara terbuka dengan kalimat singkat namun penuh ketegasan mengenai kondisi kendaraannya. "Saya selesai. Saya mendapati seseorang berada di atas atap saya. Kami tidak akan bisa kembali ke lintasan. Mobil ini rusak parah," ujar van Gisbergen melalui radio timnya, sembari tetap menyampaikan apresiasi kepada para krunya, "Terima kasih atas mobil yang cepat, kawan-kawan."
Baca Juga Van Gisbergen Bangga atas Kebangkitan Performa Trackhouse Racing di NASCARSebelum insiden horor tersebut merusak peluangnya, jalannya balapan sebenarnya memperlihatkan tren yang sangat menjanjikan bagi van Gisbergen. Ia secara konsisten mampu menjaga posisinya bertarung di dalam barisan sepuluh besar sepanjang paruh pertama perlombaan. Konsistensi tersebut terbukti ketika ia berhasil mengamankan peringkat ke-13 pada fase Stage 1, melanjutkan penampilan impresifnya dengan finis di posisi kedelapan pada Stage 2, dan bahkan tengah menduduki posisi kesembilan ketika kecelakaan massal pada putaran ke-183 itu pecah.
Pihak penyelenggara serta tim medis bergerak cepat untuk menangani situasi darurat di lintasan superspeedway tersebut. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis selepas insiden, seluruh pengemudi yang terlibat dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan banyak kendaraan pada putaran ke-183 tersebut dipastikan berhasil keluar dari kendaraan masing-masing dalam kondisi selamat, meski beberapa di antaranya harus merelakan peluang meraih hasil maksimal sirna seketika di Talladega.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!