Putaran pembuka kejuaraan balap motor nasional ASBK yang digelar bersamaan dengan rangkaian ajang dunia MotoGP di sirkuit Phillip Island menyajikan pertarungan sengit, di mana pembalap Nahlous dan rivalnya sukses membagi rata kemenangan dalam dua balapan yang mendebarkan. Akhir pekan pembuka musim baru ini langsung diwarnai drama di lintasan, ancaman cuaca gerimis, hingga perubahan hasil akibat investigasi teknis pascabalap yang mengubah susunan posisi finis sepuluh besar secara signifikan.
Pada balapan pertama hari Sabtu, Nahlous sukses mencatatkan kemenangan Superbike perdananya setelah melakukan aksi serangan luar biasa dari posisi kedelapan di grid start. Ia mampu memimpin rombongan dan melintasi garis finis dengan keunggulan 2,843 detik di depan pesaing terdekatnya, Cam Dunker dari tim Blue Marlin Pools Racing. Kemenangan gemilang ini diraih dalam penampilan ke-29 Nahlous di kategori Superbike, sekaligus menandai podium ketujuhnya di kelas premier tersebut serta mengakhiri penantian panjang tim Yamaha Racing Team yang belum pernah merasakan manisnya kemenangan balapan selama 349 hari terakhir sejak kemenangan Mike Jones di The Bend Motorsport Park tahun lalu.
Jalannya balapan pembuka langsung menyuguhkan tensi tinggi ketika Glenn Allerton dari Superbike Advocates Racing dan Jack Favelle dari Apex Racing Team memimpin barisan di awal lomba. Namun, Nahlous dengan cepat menemukan ritme terbaiknya untuk menembus barisan depan, di mana kelompok terdepan sempat terpaut sangat rapat hanya 0,087 detik pada akhir lap pertama. Meskipun sempat mendapat tekanan ketat dari Dunker pada lap kelima, Nahlous mampu merespons dengan konsisten, bahkan mencatatkan waktu putaran terbaik 1:33.814 pada lap kedelapan sebelum akhirnya mengamankan posisi puncak hingga bendera finis berkibar.
Sementara itu, persaingan di barisan belakang tidak kalah sengit melibatkan perebutan podium terakhir yang mempertemukan beberapa nama unggulan. Pembalap muda berbakat yang juga turun di ajang dunia, Voight, harus berjuang keras melakukan pemulihan dari posisi keenam di awal lomba sebelum akhirnya terlibat duel sengit melawan Cru Halliday dari tim Stop and Seal dan Jack Favelle. Halliday sempat mencatatkan putaran tercepat balapan dengan catatan waktu 1:33.779 sebelum Voight merebut kembali posisi ketiga di lap terakhir dan mengamankan podium di belakang Dunker.
Drama berlanjut setelah balapan pertama usai ketika Jack Favelle dinyatakan terkena sanksi diskualifikasi akibat menggunakan ban yang tidak ditandai secara reguler. Keputusan pengawas lomba tersebut otomatis mendongkrak posisi pembalap lain di lembar klasemen resmi, di mana Glenn Allerton naik ke posisi kelima sedangkan Josh Waters mewarisi tempat keenam pada debutnya bersama tim DesmoSport Ducati yang masih mengembangkan motor generasi terbaru mereka. Rangkaian sepuluh besar kemudian dilengkapi oleh John Lytras dari Addicted to Track, Mike Jones, Morgan McLaren-Wood, dan Jacob Roulstone.
Baca Juga Alex Lowes Uji Coba Cremona Meski Diguyur Hujan: Siap Hadapi WorldSBK ItaliaMemasuki balapan kedua, giliran Voight yang menunjukkan dominasi mutlak di atas lintasan dengan langsung mengambil alih pimpinan lomba sejak tikungan pertama. Juara bertahan tersebut berhasil menjaga keunggulan dari tekanan para pebalap Ducati di belakangnya, sementara Cru Halliday dan Cam Dunker terlibat duel menegangkan demi memperebutkan posisi runner-up. Konsistensi ritme balap yang apik membuat Voight mampu memperlebar jarak hingga aman dari jangkauan lawan-lawannya di sisa paruh kedua lomba.
Menjelang lap-lap penutup, pertarungan podium kedua menyajikan aksi salip-menyalip yang sangat rapat antara Halliday dan Dunker. Meskipun kondisi cuaca sempat diwarnai ancaman hujan ringan yang menggantung di atas sirkuit Phillip Island, lintasan tetap berada dalam kondisi aman sehingga para pembalap tetap dapat mengandalkan ban licin atau slick tires secara maksimal hingga garis finis penutup akhir pekan yang penuh sejarah ini.

Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!