MotoGP tengah bersiap mengubah lanskap akhir pekan balap dengan rencana menghadirkan dua sesi kualifikasi terpisah, satu untuk grand prix dan satu untuk sprint race. Langkah ini meniru format yang sudah lebih dulu diterapkan Formula 1, dan kabarnya sudah masuk pembahasan serius di forum dialog antara tim, penyelenggara, dan pabrikan. Menurut informasi yang dihimpun Motorsport.com, proposal ini diperkirakan mendapat lampu hijau dalam beberapa hari ke depan, dengan target diberlakukan mulai musim depan.
Jika terealisasi, ini akan menjadi perubahan besar dalam struktur akhir pekan MotoGP. Saat ini, MotoGP hanya mengandalkan satu sesi kualifikasi yang menentukan grid untuk sprint race dan balapan utama. Dengan format baru, sprint race akan memiliki sesi kualifikasi tersendiri, sehingga para pembalap harus tampil maksimal di dua sesi berbeda. Hal ini tentu menambah intensitas dan kompleksitas persiapan tim, terutama dalam hal strategi dan manajemen ban.
Meski gagasan ini disambut positif oleh sebagian besar pihak, termasuk tim dan pabrikan, proses adopsinya tetap harus melewati jalur regulasi yang berlaku. Sebelum itu, jadwal akhir pekan balap harus difinalisasi terlebih dahulu. Motorsport.com memahami bahwa perbedaan utama antara model F1 dan MotoGP terletak pada penempatan sprint race. MotoGP berencana menggelar sprint race pada sore hari, sementara F1 menempatkannya pada Sabtu pagi, dengan sesi kualifikasi untuk balapan utama digelar pada Sabtu sore.
Selain itu, ada dorongan dari salah satu pihak yang terlibat untuk memecah kualifikasi menjadi tiga sesi—Q1, Q2, dan Q3—seperti yang diterapkan di F1, bukan sistem dua tahap yang saat ini digunakan (Q1 dan Q2). Usulan ini tentu akan semakin memperketat persaingan dan memberikan lebih banyak drama di lintasan. Pembalap seperti Marc Marquez dan Diogo Moreira harus siap menghadapi tekanan tambahan jika format ini benar-benar diterapkan.
Menarik untuk dicatat, gagasan sprint race pertama kali muncul di Spielberg, Austria, empat tahun lalu, saat F1 memperkenalkannya pada tahun 2022. Berbeda dengan F1 yang awalnya hanya menggelar tiga sprint sebelum meningkat secara bertahap, MotoGP memilih untuk menstandardisasi format dan menjadikannya fitur permanen di setiap balapan. Keputusan itu diambil tiga tahun sebelum Liberty Media menyelesaikan akuisisi Dorna, pemegang hak MotoGP, pada pertengahan 2025.
Baca Juga Di Giannantonio: Marc Marquez Bisa Bawa Ducati Selevel ApriliaSejak format sprint diperkenalkan pada 2023, para pembalap telah menyoroti tingkat stres dan risiko yang harus mereka hadapi. Mereka hanya memiliki satu sesi latihan bebas pada Jumat pagi sebelum mengikuti Practice, yang menentukan siapa yang langsung lolos ke Q2 dan siapa yang harus melewati Q1. Dengan tambahan sesi kualifikasi untuk sprint, beban fisik dan mental para pembalap dipastikan meningkat. Namun, bagi penggemar, ini berarti lebih banyak aksi dan ketegangan di setiap akhir pekan.
Perubahan ini juga akan memengaruhi dinamika tim, terutama dalam hal alokasi sumber daya dan strategi. Tim harus mampu beradaptasi dengan cepat dan memaksimalkan setiap sesi yang ada. Jika proposal ini disetujui, kita bisa menyaksikan era baru MotoGP yang lebih menantang dan kompetitif.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!