Formula 1, Nusantara Media - Pembalap Oscar Piastri menepis kekhawatiran bahwa mobil generasi baru Formula 1 musim 2026 akan terasa “alien” bagi para pembalap, setelah menjalani rangkaian uji coba pramusim di Barcelona dan Bahrain.

Perubahan regulasi teknis 2026 menghadirkan revolusi besar, termasuk unit daya dengan distribusi tenaga 50:50 antara mesin pembakaran internal dan sistem listrik, serta revisi signifikan pada dimensi sasis dan aerodinamika aktif. Mobil kini lebih kecil, lebih sempit, dan menghasilkan downforce lebih rendah dibanding era ground effect sebelumnya.

Meski demikian, Piastri menegaskan karakter dasar mobil masih sesuai ekspektasi pembalap Formula 1. Ia menyebut bahwa meskipun terdapat tantangan adaptasi, sensasi berkendara tidak menyimpang secara ekstrem dari standar yang sudah dikenal.

- Advertisement -

“Mobilnya memang terlihat berbeda dan lebih kecil, yang menurut saya positif. Sayap depan jauh lebih sempit dan secara visual terlihat lebih lincah,” ujar Piastri kepada media.

“Tapi dari sisi mengemudi, memang ada perbedaan besar terutama pada cara kerja power unit. Banyak spekulasi sebelumnya, termasuk dari kami sebagai pembalap, tentang bagaimana rasanya.”

Piastri menambahkan bahwa pengalaman pertama di lintasan memberikan kejelasan bahwa mobil tetap mempertahankan DNA Formula 1, meski dengan tuntutan teknik baru, khususnya dalam manajemen energi dan pendekatan terhadap tikungan.

“Setelah mencobanya di Barcelona, kami menyadari bahwa ini tetap mobil Formula 1. Perilakunya masih sesuai dengan yang seharusnya,” lanjutnya.

“Beberapa hal yang kami kira akan menjadi tantangan memang benar, tetapi tidak se-‘alien’ seperti yang mungkin kami bayangkan sebelumnya.”

Adaptasi terhadap aerodinamika aktif dan karakter power unit baru tetap menjadi fokus utama seluruh tim menjelang pembuka musim di Melbourne. Evolusi pemahaman terhadap mobil diperkirakan akan terus berkembang sepanjang seri-seri awal kejuaraan.

Dengan kompleksitas regulasi baru ini, performa tidak hanya ditentukan oleh kecepatan murni, tetapi juga efisiensi energi dan kemampuan pembalap mengelola karakteristik mobil secara optimal di berbagai kondisi lintasan.