Toto Wolff membuka pintu bagi peninjauan ulang sistem Additional Development and Upgrade Opportunities (ADUO) Formula 1. Prinsipal Mercedes itu menanggapi serius pembicaraan antara Fernando Alonso dan Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, yang menyoroti nasib Honda sebagai pemasok mesin Aston Martin.
Alonso, yang tengah berjuang di barisan belakang bersama Aston Martin, bertemu langsung dengan Ben Sulayem sebelum Grand Prix Spanyol. Pertemuan itu membahas upaya tambahan apa yang bisa diberikan FIA untuk membantu Honda mengejar ketertinggalan performa. Ben Sulayem pun tak menampik bahwa Alonso mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka.
“Tidak mungkin kita membiarkan Fernando Alonso, seorang juara hebat, pergi hanya karena keadaan,” ujar Ben Sulayem dalam sebuah acara di Madrid, dikutip dari Motorsport.com. “Itu bukan cara yang tepat untuk meninggalkan panggung. Dia harus sukses dulu, lalu pergi kapan pun dia mau, bukan karena terpaksa akibat performa.”
Honda, yang sempat ragu untuk bertahan di F1, harus membangun tim insinyur baru untuk mengembangkan power unit regulasi 2026. Keterlambatan itu membuat mesin mereka kurang bertenaga, kelebihan berat, dan minim keandalan. Meski Honda sudah masuk dalam mekanisme ADUO dan mendapat kelonggaran pengembangan serta batas biaya, hasil peningkatan pertama baru terlihat modest. Alonso dan Lance Stroll masih terdampar di posisi belakang.
Wolff sendiri memahami situasi yang dihadapi Honda. “Saya pikir ADUO dirancang sebagai mekanisme pengejaran dan formula itu terbuka untuk Honda. Dan mereka butuh lebih,” kata Wolff kepada Motorsport.com. “Percakapan presiden dengan Alonso cukup wajar. Kami ingin semua konstruktor top tetap kompetitif dan sukses. Regulasi ada untuk kebaikan olahraga ini.”
Baca Juga Norris: Semoga Mercedes DSQ di Vegas dan Lupa Pit di QatarNamun, sistem ADUO saat ini menuai ketidaknyamanan. Mercedes, yang dianggap memiliki power unit terbaik, justru mendapat kesempatan upgrade, sementara Red Bull-Ford Powertrains malah tergusur. Hal ini memicu wacana peninjauan ulang pada musim dingin nanti. Jika ADUO direvisi, bukan tidak mungkin bantuan untuk Honda akan bertambah besar, tetapi di sisi lain bisa memicu protes dari tim-tim yang merasa dirugikan.
Bagi Alonso, tekanan semakin besar. Pembalap Spanyol itu sempat mengancam pensiun jika performa tidak kunjung membaik. Dukungan Ben Sulayem menjadi sinyal bahwa FIA siap turun tangan. Namun, keputusan akhir tetap ada di tangan Honda dan Aston Martin untuk memanfaatkan setiap celah regulasi. Jika tidak, masa depan Alonso di F1 bisa berada di ujung tanduk.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!