Otmar Szafnauer, mantan prinsipal tim Alpine, meyakini McLaren akan menjadi rival terdekat Mercedes pada akhir musim Formula 1 2026. Prediksi ini muncul setelah performa impresif Lando Norris yang meraih kemenangan beruntun di Hungaria dan Belanda.

Dalam podcast High Performance Racing bersama Jake Humphrey, Szafnauer mengamati perubahan keseimbangan kekuatan di barisan depan grid. McLaren telah membawa paket upgrade besar pada seri-seri terakhir, dan dengan paket tersebut kini terintegrasi penuh menjelang Grand Prix Italia di Monza, ia memperkirakan tim asal Woking itu akan menyalip Ferrari di klasemen konstruktor dan menjadi ancaman nyata bagi Mercedes.

"Monza akan sangat penting karena mereka membawa upgrade yang bekerja di Hungaria. Saya pikir mereka melanjutkan upgrade itu di Zandvoort, dan sekarang upgrade-nya lengkap. Mari kita lihat bagaimana mereka tampil di Monza," ujar Szafnauer.

- Advertisement -
Advertisement

"Saya masih berpikir mereka akan menjadi pesaing terdekat Mercedes di akhir musim. Saya sudah mengatakan itu sejak awal, tapi tampaknya Ferrari yang mendekat. Dan saya pikir performa relatif itu naik turun karena tidak semua upgrade datang bersamaan, dan upgrade itu signifikan."

Baca Juga Red Bull Khawatir: Pace Tertinggal Jauh Usai GP Belanda yang Bermasalah

Szafnauer juga menyoroti strategi Mercedes yang sengaja merenggangkan jadwal upgrade. Menurutnya, Mercedes berada di bawah batas biaya (cost cap) sehingga harus berhati-hati dalam memproduksi komponen baru. "Mereka punya upgrade yang bisa dibawa, tapi begitu mulai membuat bagian-bagian itu, biayanya membengkak dan bisa melewati batas. Jadi perkiraan saya, mereka akan membawa satu upgrade besar lagi sekitar Malaysia atau Singapura," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran teknis terus berlanjut di balik layar melalui CFD dan terowongan angin, tetapi keputusan untuk membawa upgrade ke lintasan selalu terkendala biaya. "Saat Anda membuat bagian mobil yang nyata—sayap baru, lantai, bodywork—itu mahal. Saya prediksi mereka akan memilih satu upgrade besar daripada banyak yang kecil karena mereka tidak mampu," tutup Szafnauer.