Akhir pekan balapan di Circuit of the Americas menyisakan ketidakpuasan mendalam bagi Max Verstappen setelah ia hanya mampu mengamankan posisi ketiga pada balapan utama Grand Prix Amerika Serikat. Di balik keberhasilannya naik ke podium, juara dunia tersebut melontarkan kritik tajam terhadap keputusan taktis yang diambil oleh timnya, yang menurutnya melenceng jauh dari kesepakatan awal sebelum balapan dimulai.

Sepanjang jalannya lomba di Austin, Verstappen yang memulai balapan dari posisi kedua langsung berada di bawah tekanan hebat dari para pesaingnya. Pembalap asal Belanda itu mengakui bahwa mobil RB22 miliknya memang kurang kompetitif untuk menandingi kecepatan para rival di depan, ditambah dengan karakteristik sirkuit yang tidak sepenuhnya cocok dengan paket performa mobil mereka akhir pekan ini.

Kendati demikian, masalah terbesar tampaknya muncul dari keputusan pemilihan kompon ban yang dinilai membingungkan. Alih-alih menggunakan ban medium seperti yang telah direncanakan dalam briefing pra-balapan, Verstappen justru dipasangkan ban lunak untuk stint kedua, sebuah keputusan yang langsung membongkar strategi tim kepada para pesaing dan berujung pada tingkat degradasi ban yang sangat tinggi.

- Advertisement -
Advertisement

"Saya pernah menjalani balapan yang jauh lebih menyenangkan," ujar Verstappen kepada Viaplay. "Tidak banyak hal yang berjalan baik hari ini. Start kami kurang begitu bagus, begitu pula dengan cara kami menangani pemilihan ban di lintasan."

"Menggunakan kompon lunak, lunak, lalu medium—itu sama sekali tidak dibicarakan sebelumnya, dan saya benar-benar tidak paham mengapa hal itu bisa terjadi. Semua orang langsung tahu bahwa kami akan melakukan dua kali pit stop. Padahal sebelumnya kami sepakat menggunakan ban medium, tapi saya harus berbicara secara internal mengenai hal ini karena saya tidak punya ide mengapa itu bisa terjadi."

Menanggapi keluhan tersebut, Team Principal Laurent Mekies menyatakan bahwa dirinya belum mendengar secara langsung komentar yang dilontarkan oleh pembalap utamanya tersebut. Namun, Mekies tidak menampik bahwa penggunaan ban lunak pada stint kedua mungkin memang menjadi opsi dasar tim yang di luar dugaan sang pembalap.

Baca Juga Kimi Antonelli Raih Pole GP Amerika Serikat Demi Gelar Juara F1

"Saya tidak begitu yakin apa yang ia maksud karena saya belum mendengar pernyataannya," ungkap Mekies. "Tetapi saya rasa satu hal yang mungkin membuatnya terkejut adalah keputusan kami untuk memasangnya pada ban lunak untuk stint kedua, yang memang merupakan opsi dasar bagi kami."

"Sayangnya, seperti yang mungkin Anda saksikan pada stint kedua tersebut, kami mengalami degradasi yang cukup tinggi. Jadi, itu kemungkinan besar akan menjadi salah satu hal yang akan kami evaluasi bersama untuk mencari tahu mengapa degradasi kami begitu parah pada fase tersebut."

Selain masalah strategi ban yang di luar rencana dan tingginya degradasi, Verstappen juga menyoroti masalah teknis lain yang mengganggu performanya sejak sesi kualifikasi, termasuk perilaku mesin yang sangat tidak konsisten di setiap tikungan serta masalah keseimbangan mobil secara keseluruhan yang membuat jalannya balapan semakin sulit dikendalikan.