Marc Marquez mengakui bahwa MotoGP Misano akan menjadi ujian yang lebih berat dibandingkan akhir pekan dominannya di Aragon dua pekan lalu. Meski begitu, pembalap Ducati Lenovo Team itu tetap percaya diri karena sirkuit Rimini juga merupakan salah satu arena favoritnya.
Di Aragon, Marc Marquez tampil sempurna dengan meraih poin maksimal. MotorLand memang dikenal cocok dengan gaya balapnya yang agresif dan mengandalkan pengereman keras. Namun Misano punya karakter berbeda: lebih teknis, dengan banyak tikungan cepat yang menuntut kelancaran, bukan sekadar kekuatan pengereman.
"Di Aragon kami mencetak poin maksimal, dan itu adalah tujuannya. MotorLand adalah trek yang sangat cocok dengan gaya balap saya. Di Misano akan sedikit lebih rumit, tapi ini tetap trek di mana saya bisa mencoba mengekspresikan diri terbaik dan mendorong Desmosedici GP hingga potensi penuhnya," ujar Marquez menjelang akhir pekan Misano, seperti dilansir dari Crash.net.
Ditambah lagi, atmosfer di Misano selalu istimewa. Ribuan penggemar Ducati dipastikan memadati tribun, dan Marquez mengakui dukungan itu bisa memberikan dorongan ekstra. "Akan ada begitu banyak penggemar Ducati, yang pasti bisa memberi dorongan tambahan itu," tambahnya.
Di sisi lain garasi Ducati, Francesco Bagnaia datang dengan luka yang masih menganga. Pebalap Italia itu kembali gagal finis di Aragon, menambah catatan buruknya: tiga kali tersingkir dalam empat balapan terakhir. Namun Bagnaia menegaskan tidak akan menyerah, apalagi Misano adalah balapan kandang terakhirnya bersama Ducati.
Baca Juga Quartararo dan Yamaha: Mampukah Bertahan Hingga Akhir 2026?"Di Aragon kami kesulitan, tapi menahan diri bukanlah gaya saya. Jadi kami langsung kembali bekerja dengan seluruh tim di trek yang benar-benar spesial: trek rumah saya yang sesungguhnya, di depan semua Ducatisti. Kami tidak menyerah dan akan terus berjuang untuk menjadi aktor kunci lagi. Saya yakin dukungan dan semangat para penggemar akan memberi saya sedikit sesuatu yang ekstra, seperti yang telah terjadi di masa lalu," kata Bagnaia.
Dengan keunggulan Marquez di puncak klasemen yang makin melebar, tekanan justru ada di pundak Bagnaia. Misano bisa menjadi titik balik, atau justru memperdalam krisis. Semua mata akan tertuju pada pertarungan di lintasan yang penuh gengsi ini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!