Valentino Rossi mungkin sudah pensiun dari MotoGP sejak lima tahun lalu, namun jejaknya tetap membara di dunia balap. Bagi Luca Marini, adik tirinya, masa kejayaan Rossi di era 2000-an bukan sekadar deretan gelar, melainkan pelajaran hidup yang membentuk kariernya.
Marini, yang kini berstatus pembalap penguji Honda, mengaku tumbuh dengan menyaksikan langsung bagaimana sang kakak bekerja di balik layar. "Saat saya masih muda, saya bersama kakak di banyak tempat, banyak negara, merasakan dan hidup dari dalam semua kesuksesan dia," ujarnya kepada MotoGP.com. "Kami tahu apa yang Vale capai di lintasan, tapi juga pekerjaan di balik itu. Itu memberi saya banyak inspirasi dan perasaan yang baik setiap kali karena saya menikmati setiap momennya."
Menjadi adik dari legenda seperti Valentino Rossi sering dianggap beban berat. Namun, Luca Marini justru membantah anggapan itu. "Saya tidak akan bilang ada tekanan lebih; setiap pembalap MotoGP punya banyak tekanan," tegasnya. "Mungkin saat saya tiba di kejuaraan dunia, banyak orang yang sedikit mengganggu saya. Saya belajar menghadapinya sejak muda."
Sejak debut penuh di Moto2 pada 2016, Marini berkembang menjadi profesional sejati. Meski begitu, keluarga tetap menjadi fondasi penting. "Yang paling sulit adalah tekanan yang terus-menerus sepanjang tahun," akunya. "Saat ada masalah di sini, Anda pulang dan merasa hancur. Semua orang punya naik-turun, dan di masa sulit itu susah untuk tetap berpandangan ke depan."
Baca Juga Marc Marquez Siap Menggebrak MotoGP 2025 Bersama Tim Ducati LenovoDalam masa-masa sulit itulah peran sang istri, Marta, menjadi krusial. "Tidak mudah menghadapi saya saat saya sedang down. Marta melakukan pekerjaan luar biasa setiap saat, dia tahu cara berbicara dengan saya—atau tidak berbicara dengan saya," ungkap Marini sambil tersenyum. "Kami saling kenal sejak lama, dan saya sangat beruntung punya keluarga karena semuanya berjalan seperti yang saya impikan saat kecil."
Kisah Marini ini menjadi pengingat bahwa di balik helm dan kecepatan, ada manusia dengan cerita dan perjuangan. Dari bayang-bayang sang kakak, ia berhasil menemukan jalannya sendiri, dan kini siap menghadapi babak baru bersama KTM pada 2027 nanti.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!