Marc Marquez mungkin adalah salah satu dari sedikit pembalap yang akan tetap bertahan di tim yang sama saat era baru 850cc/Pirelli dimulai pada 2027. Di tengah hiruk-pikuk perombakan besar di grid, nama-nama besar berguguran pindah tim, tetapi juara bertahan Ducati ini justru memilih bertahan.

Dari sepuluh kursi pabrikan yang tersedia, hanya Marc Marquez di Ducati dan Marco Bezzecchi di Aprilia yang tidak berpindah tempat. Situasi ini membuat perhatian publik tertuju pada mereka yang memilih pindah, dan Marquez sendiri punya tiga nama yang menurutnya paling menarik untuk disorot.

Ketika ditanya tentang perpindahan rider paling menarik untuk musim depan, pembalap asal Spanyol itu menyebut tiga nama: calon rekan setimnya, Pedro Acosta, yang hengkang dari KTM ke Ducati; rekan setimnya saat ini, Pecco Bagnaia, yang justru pindah ke Aprilia; serta mantan juara dunia Yamaha, Fabio Quartararo, yang kini bergabung dengan tim Honda—tim lama Marquez.

- Advertisement -

“Kita bicara soal rider? Karena menurut saya ban justru perubahan paling menarik!” canda Marquez memulai. “Tapi kalau rider, tentu Pedro akan jadi salah satu talenta paling menarik yang pindah ke motor yang menang.”

“Lalu, menarik untuk melihat bagaimana Fabio dengan Honda, dan bagaimana Honda mengembangkan motor barunya. Jika Fabio punya motornya, dia akan cepat. Jika Pedro punya motornya, dia juga akan cepat,” jelasnya.

“Dan juga Bagnaia di Aprilia adalah rider yang sangat bagus. Jadi kita lihat saja, ini akan menjadi musim yang menarik,” pungkas delapan kali juara dunia itu.

Perpindahan ini memang mengubah peta kekuatan MotoGP. Bagnaia, yang selama ini menjadi rival utama Marquez di Ducati, kini harus beradaptasi dengan motor Aprilia yang sedang dalam performa meningkat. Sementara Quartararo kembali ke tim yang pernah ia kenal—Honda—dengan harapan bisa membangkitkan kejayaan masa lalu. Musim 2027 diprediksi menjadi salah satu musim paling tidak terduga dalam sejarah MotoGP.