Marc Marquez kembali menunjukkan taringnya di Sprint MotoGP Aragon. Start dari posisi kedua, ia langsung melesat memimpin dan tak pernah tergoyahkan hingga finis. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor sempurnanya di sprint musim ini.
Padahal, Marco Bezzecchi tampil sebagai pole-sitter dan tercepat di semua sesi latihan. Namun, ketika lampu padam, Marquez punya jawaban berbeda. Manuver pengereman tajam di Tikungan 1 langsung mengubah peta balapan.
Bezzecchi yang memakai ban lunak justru kehilangan posisi kedua dari Alex Marquez. Tekanan demi tekanan ia berikan, tetapi duo Ducati itu terlalu solid. Alih-alih menyerang, ia justru kehilangan kontak dengan pemimpin balapan.
Di depan, Marquez melaju tanpa cela. Gap hampir satu detik tercipta di lap kelima, dan sejak itu ia hanya butuh menjaga ritme. Kemenangan ini membuatnya naik ke posisi ketiga klasemen, sekaligus memberi sinyal ancaman serius ke Jorge Martin.
Baca Juga Marc Marquez Silverstone: Kondisi Lengan yang Mengejutkan DucatiAlex Marquez finis kedua dan sukses menahan laju Bezzecchi. Hasil ini jadi pukulan telak bagi Aprilia, karena rival terdekat Ducati itu gagal memaksimalkan potensi. Sementara itu, Pedro Acosta tampil impresif di posisi keempat usai melewati drama Jorge Martin yang sempat memimpin lebih dulu.
Di belakang, Fermin Aldeguer tampil cemerlang dengan naik dari P11 ke P6. Johann Zarco juga layak diapresiasi setelah finis kesembilan di balapan comeback-nya. Sayangnya, tiga pembalap harus rela mengakhiri balapan lebih cepat, termasuk Luca Marini yang terlibat insiden di awal.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!