Juara dunia MotoGP tujuh kali, Marc Marquez, mengakui bahwa ia harus sangat berhati-hati dengan pola tidurnya akibat masalah bahu kanan yang berkepanjangan. Pembalap Ducati itu juga harus rutin berkonsultasi dengan fisioterapis lebih sering dari yang ia inginkan.

Marquez mengalami patah tulang humerus kanan yang parah setelah kecelakaan di Grand Prix Spanyol 2020. Insiden itu memaksanya menjalani empat operasi besar dalam dua tahun berikutnya. Cedera bahu kanannya kembali bermasalah setelah kecelakaan di Grand Prix Indonesia pada Oktober 2025, hanya beberapa hari setelah merebut gelar juara dunia MotoGP kedelapannya.

Cedera tersebut jelas menghambat performanya di awal musim 2026. Ia sempat kesulitan karena masalah saraf yang belum terdiagnosis. Operasi tambahan dilakukan pada Mei 2026, dan sejak itu Marquez berhasil memenangkan tiga grand prix serta memangkas defisit poin dari 102 menjadi hanya 40 poin menjelang seri Aragon akhir pekan ini.

- Advertisement -
Advertisement

Adaptasi demi Tetap Kompetitif

Dalam wawancara dengan I Paper, Marquez menjelaskan bagaimana ia harus menyesuaikan posisi tidur untuk menghindari rasa sakit di lengan kanannya. Ia juga terpaksa berhenti bermain padel, olahraga yang sebelumnya ia gemari.

“Saya punya beberapa keterbatasan, tapi untungnya saya bisa beradaptasi dengan gaya balap saya dan tetap kompetitif saat ini,” ujar Marquez. “Tidak seperti yang saya inginkan, karena saya merasa bisa melakukan lebih. Tapi cukup untuk bertarung di posisi terdepan.”

Baca Juga Quartararo Akui Yamaha 2026 Belum Punya Arah Jelas

“Dalam kehidupan sehari-hari, saya tidak punya banyak keterbatasan fisik jika saya menjaganya dengan cara yang benar. Saya pergi ke fisioterapis lebih sering dari yang saya mau. Tapi itu satu-satunya cara untuk memiliki kehidupan yang normal. Saya perlu sangat berhati-hati untuk tidur miring ke kiri atau telentang di malam hari. Saya dulu sering bermain padel, tapi sekarang tidak lagi dengan lengan kanan. Saya mencoba belajar bermain dengan tangan kiri, tapi itu mustahil,” tambahnya.

Marquez sebelumnya mengakui kondisi bahunya “memang seperti itu” jelang Grand Prix Inggris awal bulan ini. Ia kini fokus beradaptasi dengan kondisi yang ada. Di Silverstone, ia kesulitan dan hanya mengoleksi 10 poin dari dua balapan. Video di balik layar yang dirilis Ducati bahkan menunjukkan bahwa ia “tidak punya kendali” atas lengannya selama grand prix berlangsung.

Kontrak Marquez bersama Ducati akan bertahan hingga akhir 2028 setelah menandatangani perpanjangan kontrak dua tahun. Dengan sisa musim yang masih panjang, kemampuan Marquez untuk beradaptasi akan menjadi kunci dalam perburuan gelar juara dunianya yang kesembilan.