Dunia balap motor grand prix baru saja menyaksikan momen perpisahan yang penuh emosi bagi salah satu karakter paling berwarna di paddock, Jack Miller. Menjelang akhir perjalanan kariernya di ajang balap motor premier, berbagai penghormatan dan pesan menyentuh mengalir dari para pesaing terdekatnya. Salah satu yang paling menarik perhatian datang dari juara dunia tujuh kali, Marc Marquez, yang secara terbuka mengenang masa lalunya dengan nada bercanda namun sarat kedekatan personal mengenai kebencian awalnya terhadap sang pembalap asal Australia tersebut.

Pembalap berjuluk 'Jackass' ini dipastikan akan menutup lembaran karier panjangnya di kejuaraan dunia grand prix pada akhir musim ini. Keputusan besar ini diambil setelah kursi balapnya di skuad Pramac direbut oleh bintang muda Moto2, Izan Guevara. Meskipun harus meninggalkan panggung utama yang telah membesarkan namanya selama bertahun-tahun, pemenang empat balapan kelas premier ini sudah menyiapkan babak baru dalam karier profesionalnya dengan hijrah ke ajang Kejuaraan Dunia Superbike pada tahun 2027 mendatang bersama skuad pabrikan Yamaha.

Akhir pekan lalu di Sirkuit Phillip Island menyajikan akhir pekan yang sangat emosional bagi sang pembalap tuan rumah dalam gelaran Grand Prix Australia. Balapan kandang terakhirnya di kelas premier diwarnai dengan keberhasilan mendulang poin penting pada sesi sprint race, sebelum akhirnya balapan utama hari Minggu terpaksa dibatalkan akibat kondisi cuaca buruk yang tidak memungkinkan. Untuk merayakan momen perpisahan ini, pihak penyelenggara kejuaraan merangkum sebuah video khusus yang berisi deretan pesan penghormatan dari para rival terberatnya di lintasan.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam tayangan penghormatan tersebut, Marc Marquez membuka pesannya dengan kilas balik persaingan sengit mereka di masa lalu. Hubungan kedua pembalap ini tidak serta-merta akur sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di kejuaraan dunia. Perseteruan panas di kelas Moto3 pada musim 2014, di mana Miller terlibat duel sengit memperebutkan gelar juara dunia melawan adik kandungnya yakni Alex Marquez, meninggalkan kesan mendalam bagi sang bintang asal Spanyol. Dari situlah benih-benih ketidaksukaan sempat tumbuh di antara mereka berdua sebelum akhirnya waktu mengubah segalanya menjadi sebuah persahabatan yang solid.

Baca Juga Peringkat Pembalap MotoGP Grand Prix Australia 2026 di Phillip Island

"Hai Jack - 'Jackass'," ujar Marc Marquez sambil tersenyum hangat dalam video tersebut. "Kami tahu bahwa dalam hubungan kita, ada banyak kebencian. Saya mulai membenci Anda pada tahun 2014, ketika Anda bertarung melawan saudara saya. Tetapi kemudian saya mengenal pribadi yang sebenarnya, dan sekarang kita bisa mengatakan bahwa kita memiliki hubungan yang sangat baik. Saya mendoakan yang terbaik untuk masa depan Anda." Kedekatan mereka semakin terjalin erat setelah bertahun-tahun bertarung di lintasan, termasuk momen ketika Marquez harus mengakui keunggulan Miller yang merebut kemenangan perdana di kelas premier pada GP Belanda 2016 di Sirkuit Assen dalam kondisi trek basah.

Tidak hanya sang pebalap Gresini Racing saja yang menyampaikan apresiasi mendalam, mantan rekan setimnya di Ducati, Pecco Bagnaia, turut mengenang masa-masa indah saat mereka berbagi garasi bersama antara musim 2019 hingga 2022. Juara dunia dua kali asal Italia itu mengakui bahwa keberadaan sosok periang dari Negeri Kanguru tersebut akan sangat dirindukan oleh seluruh penghuni paddock kejuaraan dunia. Kenangan serupa juga diungkapkan oleh rekan setimnya saat ini di Pramac, Toprak Razgatlioglu, yang menceritakan bagaimana kebaikan hati sang senior sewaktu dirinya mengalami kecelakaan hebat di ajang Rookies Cup.