Marc Marquez akhirnya kembali memimpin klasemen MotoGP menjelang seri Austria di Red Bull Ring. Namun, pembalap Ducati itu mengungkapkan bahwa tekanan terbesar dalam kariernya justru bukan datang dari persaingan musim ini, melainkan dari duel sengit melawan Jorge Lorenzo pada 2013 silam.
Musim 2026 masih panjang, dengan delapan balapan tersisa. Marquez kini setara poin dengan Jorge Martin, dan hanya unggul jumlah kemenangan grand prix. Meski demikian, ia menolak anggapan bahwa pertarungan gelar hanya antara dirinya dan Martin. "Kami sama poin, tapi bukan hanya kami. Ada Bezzecchi... Dari posisi pertama sampai ketujuh selisihnya kurang dari 100 poin. Jadi banyak hal bisa terjadi," ujarnya.
Dalam hal pengalaman bertarung memperebutkan gelar, tak ada yang bisa menandingi Marquez. Ia meraih gelar pertamanya di kelas premier sebagai rookie pada 2013, dan momen itu menjadi yang paling menegangkan baginya. "Saya akan katakan Valencia 2013, saat memperebutkan gelar dunia pertama saya di MotoGP melawan Lorenzo. Terlihat mudah untuk finis di empat besar, tapi pada saat yang sama itu sulit. Valencia, balapan terakhir, dingin... Itu Minggu yang sulit," kenangnya.
Lorenzo kala itu mencoba meningkatkan tekanan dengan memimpin balapan lalu memperlambat laju, namun tak membuahkan hasil. Bagi Marquez, tekanan justru menjadi bahan bakar tambahan. "Tapi biasanya dengan tekanan ekstra, saya menyukainya. Saya merasa nyaman, dan itu memberi saya konsentrasi ekstra," tambahnya.
Pembalap berusia 33 tahun itu menegaskan bahwa memimpin klasemen tidak mengubah pendekatannya. "Kami berada dalam situasi baru tapi sama. Bagi saya, memimpin kejuaraan atau tertinggal tidak banyak poin sangat mirip. Pendekatannya sama, dan tentu saja, balapan demi balapan kami akan mencoba memberikan 100%," jelasnya.
Baca Juga Di Giannantonio Siap Membara di Misano, Balapan Terakhirnya Bareng VR46Melihat sirkuit Red Bull Ring, Marquez punya kenangan manis. Musim lalu ia meraih kemenangan ganda sempurna di sana, dan Ducati telah memenangkan sepuluh dari 12 grand prix terakhir di Austria. "Tentu saja, ini trek di mana Ducati biasanya bekerja sangat, sangat baik. Tahun lalu saya sangat menikmati trek ini, tapi tahun lalu saya menikmati banyak trek!" ujarnya sambil tersenyum.
Marquez juga mengakui bahwa ia kini lebih menikmati balapan. "Kami berada di momen yang bagus. Memang setiap balapan berbeda, tapi saat ini saya mulai menikmati, dan itu yang paling penting bagi saya. Saya tahu akan menderita di beberapa balapan, tapi langkah demi langkah, seiring waktu dan balapan, saya menemukan cara untuk mengadaptasi gaya berkendara dengan apa yang dibutuhkan motor. Kami mengubah beberapa hal, dan perlahan saya merasa lebih baik. Mari kita lihat apakah kami bisa mempertahankan performa yang sama akhir pekan ini," pungkasnya.
Sesi latihan bebas pertama di Red Bull Ring akan digelar Jumat pagi waktu setempat. Menarik ditunggu apakah Marquez bisa mempertahankan momentum dan memperlebar jarak di puncak klasemen, atau justru tekanan dari para rival semakin mengintensifkan persaingan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!