Marc Marquez mengaku belum tertarik membaca autobiografi terbaru Valentino Rossi yang akan terbit November mendatang. Pembalap Repsol Honda itu menyatakan baru akan melahap kisah hidup sang legenda setelah dirinya pensiun dari MotoGP.
Rossi, yang kini disibukkan dengan karier balap mobil bersama BMW, mengumumkan buku berjudul La Mia Storia (My Story) pada awal pekan ini. Buku setebal 480 halaman itu ditulis bersama jurnalis Italia, Giorgio Terruzzi, dan dijadwalkan rilis 10 November. Salah satu bagian menariknya adalah soal rivalitas panas antara Rossi dan Marquez yang memuncak pada musim 2015.
Ketika ditanya apakah ia penasaran dengan sudut pandang Rossi, Marquez menjawab santai. "Saya tidak tahu apakah dia membahasnya atau tidak, tapi kita lihat saja nanti. Kenapa tidak? Mungkin saat saya pensiun, saya akan membaca untuk mencoba mempelajari banyak hal. Karena pada akhirnya, belajar dari semua legenda di setiap olahraga itu bagus," ujarnya.
Pembalap berusia 33 tahun itu mengaku sudah beberapa kali membaca biografi atlet top. Baginya, kisah para juara selalu menyimpan pelajaran berharga. "Saya membaca beberapa buku dan biografi. Kenapa tidak? Anda selalu belajar dari legenda terbaik," tambahnya.
Hubungan Marquez dan Rossi memang tak pernah benar-benar cair sejak insiden 2015. Meski Rossi telah pensiun dari MotoGP akhir 2021, ia tetap eksis di paddock lewat tim VR46 yang kini bermitra erat dengan Ducati—pabrikan yang juga menaungi Marquez. Kehadiran Rossi di Misano akhir pekan ini pun kembali menyita perhatian.
Baca Juga Brad Binder Tinggalkan MotoGP, Gabung BMW WorldSBK 2027Pada sesi latihan bebas Jumat, kamera televisi menangkap momen Marquez melibas Tikungan 8 dengan motor Ducati pabrikan, lalu menyorot Rossi yang menonton dari sisi lintasan. Ketika Marquez kembali ke garasi dan menonton layar TV, tayangan ulang adegan itu muncul, dan kamera langsung beralih ke wajah Marquez yang tampak membuang muka.
Menanggapi drama yang disiarkan secara nasional itu, Marquez hanya berkomentar ringan. "Saya pikir sudah cukup banyak keseruan di lintasan untuk membuat permainan seperti itu layak ditonton," tutupnya. Pernyataan ini seolah menegaskan bahwa fokusnya tetap pada balapan, bukan pada kisah lama yang terus diungkit.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!