Pencapaian Marc Marquez dalam mengamankan posisi kedua pada ajang Grand Prix Qatar akhir pekan ini harus dibayar mahal dengan kondisi fisik yang terkuras habis. Pembalap andalan tim pabrikan asal Borgo Panigale tersebut mengakui bahwa dirinya merasa sangat kelelahan secara fisik setelah menerapkan strategi balap yang sangat dihitung matang demi mendulang poin krusial dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.
Jalannya balapan utama di Sirkuit Losail tidak dimulai dengan mudah bagi peraih delapan gelar juara dunia tersebut. Memulai lomba dari posisi start kedua di grid depan, ia sempat terlempar turun hingga posisi keempat pada fase awal lomba. Para pesaing seperti Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez sempat melesat di depan, sementara Pedro Acosta juga sempat memberikan tekanan sebelum akhirnya terkendala masalah tekanan ban motornya.
Namun, pengalaman dan kecerdasan taktik berbicara di paruh kedua lomba. Marquez perlahan mampu merangsek naik kembali ke posisi kedua setelah Acosta sengaja mengendurkan kecepatan untuk mengatasi masalah teknis ban. Menjelang detik-detik akhir balapan, ia bahkan sukses memangkas jarak dan mengejar Fernandez guna mengamankan tambahan poin maksimal yang sangat berharga untuk klasemen kejuaraan.
Kamera onboard sempat menangkap momen ketika sang bintang meringis kelelahan di balik kaca helmnya yang terbuka sesaat setelah menyentuh garis finis. Mengonfirmasi situasi tersebut lewat program After the Flag milik MotoGP.com, ia menegaskan bahwa pengorbanan total memang wajib dikerahkan jika ingin keluar sebagai juara dunia.
"Yang paling penting adalah akhir pekan ini kami menjadi pembalap yang mengumpulkan poin terbanyak secara keseluruhan," ujar Marc Marquez seusai merampungkan rangkaian balapan di Qatar.
Baca Juga Acosta: Tanpa Tekanan Hadapi Babak Baru Ducati bersama Marquez"Ini sangat penting karena pada akhir pekan seperti inilah Anda bisa memberikan dorongan ekstra kepada para lawan jika mereka mulai mengejar Anda sedikit demi sedikit di klasemen. Namun kami melakukan pekerjaan yang luar biasa: kualifikasi, Sprint, dan hari ini di balapan utama. Saya benar-benar kelelahan pada akhirnya, kosong, tetapi jika Anda ingin bertarung memperebutkan kejuaraan, Anda harus memberikan segalanya dan saya melakukannya. Saya mengambil risiko ekstra itu untuk menyalip Fernandez dan terus mendorong pada dua putaran terakhir karena Anda tidak pernah tahu apakah Anda akan membutuhkan tambahan empat poin tersebut."
Lebih lanjut, pembalap asal Spanyol itu menjelaskan bahwa keletihan yang ia rasakan murni bersifat fisik akibat jadwal padat tiga balapan berturut-turut, sementara kondisi mentalnya justru berada di level terbaik dalam kariernya. Ia mengaku harus mengatur energi seketat mungkin sejak sesi latihan bebas hari Jumat dan sesi pemanasan demi bisa bertahan hingga lap terakhir.
Strategi bertahan di awal balapan terbukti menjadi kunci keberhasilan podium keduanya. Ia dengan sengaja membiarkan para rivalnya melarikan diri di awal demi menjaga keawetan ban depan bagian kanan yang krusial untuk paruh kedua lomba.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!