Pandeglang,  Nusantara Media – Dalam rangka memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam meningkatkan pelayanan serta derajat kesehatan masyarakat, UPT Puskesmas Bojong melaksanakan kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektoral Tahun 2026, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bojong, pemerintah desa, sektor pertanian, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur terkait lainnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Sekretaris Kecamatan Bojong Tanti Puspita Dewi yang mewakili Camat Bojong, Danramil 0108/Bojong Kapten Arm Siswoyo, Kapolsek Bojong Iptu Edi Rumana, S.H., Kepala KUA Kecamatan Bojong Khudori, serta Kepala UPT Puskesmas Bojong Ita Rosiawati, S.Tr.Keb.

- Advertisement -
Advertisement

Turut hadir Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Bojong Ewang, para kepala desa se-Kecamatan Bojong, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Lokakarya mini lintas sektoral tersebut menjadi sarana penting untuk membangun komunikasi, koordinasi dan kerja sama antarinstansi dalam membahas berbagai persoalan kesehatan yang ada di wilayah Kecamatan Bojong. Melalui forum ini, setiap sektor diharapkan dapat memberikan kontribusi sesuai tugas dan fungsinya sehingga program kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah paparan mengenai dampak bencana Gunung Anak Krakatau oleh narasumber. Materi tersebut menjadi perhatian peserta mengingat potensi bencana vulkanik dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap masyarakat, termasuk terhadap kesehatan.

Dalam pembahasan tersebut, peserta diajak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan dampak aktivitas vulkanik, khususnya apabila terjadi sebaran abu vulkanik. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar serta pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan.

Sinergi lintas sektor dinilai sangat penting dalam menghadapi kondisi tersebut. Pemerintah kecamatan, TNI-Polri, Puskesmas, pemerintah desa, tokoh masyarakat dan seluruh unsur terkait diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta mendukung langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.

Danramil 0108/Bojong Kapten Arm Siswoyo dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan pentingnya kebersamaan dan koordinasi seluruh elemen dalam menghadapi berbagai potensi permasalahan di wilayah, termasuk kondisi yang berkaitan dengan kebencanaan dan kesehatan masyarakat.

Kehadiran Babinsa di wilayah juga dapat menjadi bagian dari upaya mendukung penyampaian informasi dan imbauan kepada masyarakat. Dengan komunikasi yang baik antara aparat kewilayahan, pemerintah desa dan tenaga kesehatan, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi.

Selain membahas kesiapsiagaan terhadap dampak bencana Gunung Anak Krakatau, kegiatan juga diisi dengan paparan capaian program UPT Puskesmas Bojong Triwulan II Tahun 2026.

Baca Juga Tegas! Kunjungi Batam, Kabareskrim Polri Ultimatum Reskrim Polda Kepri Jauhi Narkoba dan Judi

Paparan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama terhadap pelaksanaan berbagai program kesehatan yang telah dilaksanakan selama periode Triwulan II. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui capaian, kendala maupun berbagai hal yang masih perlu ditingkatkan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Melalui evaluasi lintas sektor, berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan dapat dibahas secara bersama-sama sehingga dapat dirumuskan langkah tindak lanjut yang lebih tepat. Hal ini sekaligus memperkuat peran pemerintah desa dan unsur terkait dalam mendukung program kesehatan di tingkat masyarakat.

Lokakarya mini lintas sektoral juga menjadi momentum untuk mempererat koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan sektor kesehatan. Sinergi tersebut sangat dibutuhkan dalam mendukung keberhasilan program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan, kebencanaan dan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan adanya forum komunikasi seperti ini, setiap unsur dapat saling bertukar informasi mengenai kondisi wilayah serta menyampaikan berbagai masukan dan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, sehingga para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, masukan maupun saran terkait materi yang telah disampaikan. Diskusi berlangsung secara aktif dan menjadi bagian penting dalam menghasilkan pemahaman serta langkah bersama dalam pelaksanaan program ke depan.

Adapun rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Kepala UPT Puskesmas Bojong, sambutan Kapolsek Bojong, sambutan Danramil 0108/Bojong, serta sambutan Camat Bojong yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Selanjutnya kegiatan diisi dengan paparan dampak bencana Gunung Anak Krakatau, paparan capaian Puskesmas Triwulan II Tahun 2026, sesi tanya jawab dan ditutup dengan penutupan.

Melalui pelaksanaan Lokakarya Mini Lintas Sektoral UPT Puskesmas Bojong Tahun 2026 ini, diharapkan koordinasi antarinstansi semakin solid sehingga berbagai program kesehatan dapat dilaksanakan secara terpadu. Selain itu, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana juga dapat terus ditingkatkan dengan melibatkan seluruh unsur hingga tingkat desa.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib dan lancar. Seluruh peserta menunjukkan komitmen untuk terus membangun sinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta bersama-sama menciptakan wilayah Kecamatan Bojong yang sehat, tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi tantangan maupun bencana.