Masa depan Liam Lawson di ajang balap jet darat memang masih menyisakan teka-teki besar di tengah performa kompetitif yang ia tunjukkan musim ini. Pembalap asal Selandia Baru tersebut kini bertengger di posisi kesembilan klasemen sementara Kejuaraan Dunia, sebuah modal positif menjelang rangkaian balapan berikutnya. Kendati demikian, kursi balapnya untuk musim 2027 belum sepenuhnya aman dari ancaman para talenta muda yang tengah naik daun, termasuk junior Red Bull yang kini tampil impresif di kompetisi pendukung Formula 2 dan menjadi bayangan nyata bagi masa depannya.
Namun, sejenak melupakan tekanan garasi dan persaingan ketat di atas aspal, fokus pembalap Racing Bulls tersebut akan teralihkan ke panggung hiburan menjelang akhir pekan balap di Texas. Pada hari Kamis sebelum sesi latihan GP Amerika Serikat dimulai, sang driver dijadwalkan tampil di venue 'Inn Cahoots' di Austin dalam rangkaian acara khusus bertajuk 'Garage Sessions'. Di tempat inilah ia akan memamerkan kebolehannya memetik senar gitar di hadapan para penggemar setianya.
Penampilan perdana di atas panggung ini sekaligus menjadi penanda dimulainya kolaborasi resmi antara sang pembalap dengan produsen alat musik terkemuka, Taylor Guitars. Perusahaan tersebut bahkan telah menyiapkan sebuah instrumen spesial berjenis LL30 GS Mini yang dirancang khusus untuk menemani aksi panggung sang atlet motorsport. Ini adalah sisi lain dari seorang atlet profesional yang jarang terekspos kamera televisi di paddock utama.
Bagi pemuda berusia 24 tahun ini, musik bukanlah sekadar hiasan atau pengisi waktu luang semata, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang sudah mendarah daging sejak usia dini. Kesempatan tampil di bawah sorotan lampu panggung ini terasa sangat emosional karena ia akan berbagi panggung bersama sang kakak serta dua orang teman masa kecilnya yang tumbuh bersama di Selandia Baru.
Baca Juga Kenzo Craigie Menang Race 1 Monza dan Perlebar Keunggulan E4"Dasar kecintaan ini bermula dari keluarga, di mana sang ayah dahulu merupakan anggota sebuah band dan terus mendorong kami berdua untuk belajar bermain alat musik sejak usia enam tahun," ungkap sang pembalap mengenang masa lalunya. Menurutnya, aktivitas bermusik terbukti ampuh sebagai sarana meditasi untuk menjernihkan pikiran dari kepenatan dunia balap yang serba cepat dan penuh tekanan mental tinggi.
Lebih lanjut, ia mengaku sangat antusias menyambut interaksi langsung dengan para pendukung di luar area sirkuit. Kehadirannya di acara tersebut juga akan dimeriahkan oleh sejumlah musisi lain seperti Drake Milligan, Jonathon Capeci, Scoot Teasley, dan Jess Farren, yang siap menghibur para penonton di jantung kota Austin menjelang deru mesin Formula 1 menggelegar di Circuit of the Americas.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!