Formula 1, Nusantara Media – Pembalap Lewis Hamilton menegaskan belum akan mengakhiri kariernya di Formula 1 sebelum kejuaraan dunia tersebut kembali menggelar balapan di benua Afrika. Pernyataan itu disampaikan menjelang pembukaan musim pada Grand Prix Australia di Albert Park Circuit.

Juara dunia tujuh kali yang kini membela Ferrari tersebut menyatakan dirinya telah lama mendorong kembalinya balapan Formula 1 ke Afrika. Seri terakhir yang digelar di benua tersebut terjadi pada Grand Prix Afrika Selatan 1993 di Kyalami Circuit.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara disebut menjadi kandidat kuat untuk menggelar balapan Formula 1 di Afrika. Rwanda dan Afrika Selatan menjadi dua negara terdepan, dengan Kyalami Circuit telah mendapatkan kembali lisensi FIA Grade 1 dari FIA pada 2025.

- Advertisement -

Hamilton menegaskan dirinya tidak ingin meninggalkan kejuaraan dunia sebelum balapan tersebut benar-benar kembali digelar di Afrika.

“Saya punya kesempatan mengunjungi sekitar 10 negara di Afrika. Masih banyak yang ingin saya lihat. Selama enam atau tujuh tahun terakhir saya bekerja di belakang layar untuk menghadirkan Grand Prix di sana,” kata Hamilton.

“Ada balapan di setiap benua lain, jadi mengapa tidak di Afrika? Saya tahu mereka sedang berusaha. Saya sangat menyukai Kenya, meski mungkin tidak akan ada Grand Prix di sana. Rwanda luar biasa, dan Afrika Selatan juga sangat indah.”

Hamilton juga menekankan bahwa dirinya ingin merasakan langsung balapan Formula 1 di benua tersebut sebelum pensiun dari olahraga ini.

“Saya tidak ingin meninggalkan olahraga ini tanpa melihat Grand Prix di sana dan tanpa pernah membalap di sana. Jadi saya terus bertanya kepada mereka kapan itu akan terjadi,” ujarnya.

Pembalap Inggris berusia 41 tahun itu juga menyinggung akar keluarganya yang berasal dari Afrika Barat, termasuk Togo dan Benin. Menurutnya, benua Afrika memiliki potensi besar dan pantas kembali menjadi bagian dari kalender Formula 1 di masa depan.