Iker Lecuona mengakui bahwa posisinya yang terisolasi di klasemen WorldSBK 2026 mendorongnya untuk meninggalkan pendekatan "konservatif" dalam setup motor. Pembalap Spanyol itu adalah satu-satunya yang secara matematis masih bisa menyalip Nicolo Bulega untuk merebut gelar juara, namun ia tertinggal 146 poin setelah tiga balapan di Prancis akhir pekan ini.
Di sisi lain, Lecuona unggul lebih dari 100 poin atas Yari Montella yang berada di posisi ketiga. Artinya, ia tidak punya banyak risiko untuk bereksperimen dengan berbagai perubahan pada motornya. Pada Sabtu, ia sudah menyatakan ingin mencoba perubahan untuk menutup gap kecepatan dengan Bulega. Setelah Race 2, ia mengungkapkan bahwa ada perubahan untuk Superpole Race dan Race 2, meski perubahan terakhir justru kontraproduktif.
"Saya katakan kemarin akan sangat sulit mengalahkan Nicolo, tapi target kami adalah menemukan sepersepuluh detik itu," ujar Lecuona kepada WorldSBK.com. "Berkat tim, mereka bekerja sangat keras. Saya bekerja keras pada motor dan mereka banyak mengubah motor. Biasanya kami mencoba lebih konservatif di area itu, tapi saya bilang 'Kejuaraan dengan Nicolo sudah selesai, kami mengelola posisi kedua dengan baik melawan Montella'. Saya ingin banyak mengubah motor untuk mencoba cara berbeda guna menutup jarak tersebut."
Lecuona mengakui bahwa eksperimen tersebut membuatnya kesulitan, terutama di Race 2. "Pagi ini motornya berbeda, sore kami ubah sedikit lagi dan sore hari [Race 2] saya sangat kesulitan. Ini balapan yang berat bagi saya tahun ini; saya merasa sangat lelah karena dari lap empat saya mulai bermasalah dengan ban belakang, lap tujuh atau sembilan dengan ban depan," jelasnya.
Baca Juga Bulega: Kemenangan di Magny-Cours Belum 100 PersenMeski demikian, akhir pekan yang berat ini tetap berharga bagi Lecuona, terutama dengan uji coba di Cremona yang akan datang sebelum balapan di sana pada akhir September. "Akhir pekan yang sangat sulit, tapi sangat positif karena kami mengambil informasi penting dengan tiga motor berbeda," paparnya. "Jika kami ingin menemukan sepersepuluh detik itu, kami harus memahami apa yang terjadi. Sekarang waktunya para insinyur menganalisis sebelum tes di Cremona. Saatnya mencoba sesuatu yang berbeda, basis yang benar-benar berbeda."
Lecuona menegaskan komitmennya untuk terus bekerja keras. "Saya senang karena kami bekerja keras, kami tidak berhenti, dan pasti kami bisa sampai di sana," pungkasnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!