Aksi memukau Liam Lawson pada awal balapan basah di Sirkuit Interlagos harus berakhir dengan rasa frustrasi yang mendalam setelah ia gagal mempertahankan posisi terdepan akibat masalah kecepatan. Memulai balapan dari posisi grid ketiga, pebalap asal Selandia Baru ini langsung melakukan start gemilang dalam kondisi trek yang diguyur hujan. Memanfaatkan celah di tikungan pertama, ia sukses mendahului Lando Norris untuk merebut posisi kedua tepat di belakang pimpinan lomba, Kimi Antonelli.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama ketika lintasan mulai mengering dan kondisi trek berangsur stabil. Memasuki lap keenam, Lando Norris berhasil merebut kembali posisi kedua, disusul oleh tekanan hebat dari Isack Hadjar dan George Russell yang turut menemukan celah untuk melewati mobil Racing Bulls yang dikemudikan oleh Lawson. Menghadapi tekanan dari para pebalap papan atas kejuaraan dunia, Lawson secara terbuka mengakui bahwa timnya tidak memiliki kecepatan yang memadai untuk meladeni pace para rival ketika kondisi lintasan kembali normal.

"Saya pikir ada saat-saat dalam balapan di mana kami bertarung dengan kelompok depan, tetapi ketika lintasan mengering dan kecepatan semua orang stabil, kami tidak benar-benar memiliki kecepatan untuk melawan mereka," ujar Lawson kepada Sky Sports F1. Ia menambahkan bahwa dirinya telah berusaha keras di berbagai titik untuk bertahan di barisan depan, namun sayangnya performa mobil terus merosot menjelang akhir balapan saat kondisi lintasan berubah drastis.

- Advertisement -
Advertisement

Menjelang akhir perlombaan, drama kembali tersaji ketika hujan turun kembali membasahi Interlagos. Dalam situasi tersebut, Lawson terlibat dalam duel sengit memperebutkan posisi ketujuh melawan pebalap andalan Scuderia Ferrari, Charles Leclerc. Intensitas pertarungan memuncak ketika kedua mobil sempat bersenggolan roda saat memasuki tikungan terakhir pada lap penutup sebelum akhirnya Leclerc sukses menemukan jalan untuk menyalip pada lap pemungkas dan memaksa Lawson puas finis di peringkat kedelapan.

Baca Juga Ferrari Siapkan Mesin Baru untuk Monza, Keputusan Pekan Ini

Meski diwarnai kekecewaan pada fase akhir balapan, hasil tersebut tetap mencatatkan finis di zona poin yang ke-15 bagi Lawson sepanjang musim ini. Capaian ini juga memperpanjang rekor konsistensinya finis di posisi 10 besar dalam lima balapan secara beruntun, menyamai catatan terbaik sepanjang kariernya yang pernah diraih antara Grand Prix Kanada dan Inggris tahun ini. Tambahan poin krusial tersebut mengokohkan posisi Lawson di peringkat kesembilan klasemen sementara pebalap dengan mengoleksi total 87 poin, di tengah penantiannya kepastian masa depan kursi balapnya untuk musim 2027.