Pimpinan tim Red Bull Formula 1, Laurent Mekies, resmi menandatangani perpanjangan kontrak jangka panjang yang akan mengikatnya bersama skuad asal Milton Keynes tersebut hingga akhir musim 2031. Keputusan strategis ini memastikan pria berkebangsaan Prancis tersebut akan memimpin tim yang berbasis di Austria itu setidaknya selama enam musim penuh, menyusul kepindahannya pada Juli 2025 lalu untuk menggantikan era kepemimpinan panjang Christian Horner yang telah berlangsung selama dua dekade.
Sebelum mengambil alih kemudi di skuad utama Red Bull, Mekies sebelumnya memimpin tim saudari Racing Bulls sejak awal kampanye 2024. Pengalaman luasnya di kancah balap Formula 1 juga ditempa selama enam tahun berkarier bersama Scuderia Ferrari, di mana ia sempat mengemban tanggung jawab penting sebagai direktur olahraga dan direktur balap. Dilansir dari Motorsport.com, penunjukan kontrak baru ini memberikan stabilitas fundamental bagi Red Bull di tengah persaingan ketat ajang balap mobil paling bergengsi di dunia.

Menanggapi kepercayaan besar yang diberikan oleh para petinggi tim, Mekies mengungkapkan rasa bangganya yang mendalam. Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemegang saham dan manajemen atas dukungan penuh terhadap visi jangka panjang tim. "Saya sangat bangga untuk melanjutkan perjalanan ini bersama Oracle Red Bull Racing. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Chalerm, Mark, dan Oliver, seluruh tim, dan semua pihak yang terlibat atas kepercayaan yang telah mereka tempatkan pada proyek ini," ujar Mekies.
Lebih lanjut, Mekies menekankan bahwa kekuatan utama Red Bull terletak pada kolaborasi erat antarindividu yang memiliki visi serupa dalam mengejar kemenangan. "Apa yang membuat tim ini spesial adalah cara semua orang bersatu demi mencapai tujuan yang sama, dan saya merasa istimewa dapat bekerja bersama kelompok yang begitu berbakat dan berdedikasi setiap hari," tambahnya. Ia juga menyoroti peran krusial dari departemen teknik yang dipimpin oleh Pierre Wache dan Ben Hodgkinson dalam membentuk masa depan kompetitif tim.
Baca Juga Verstappen Sindir Russell Usai Insiden Kualifikasi GP Belanda
Pengumuman perpanjangan kontrak ini hadir pada momentum yang sangat tepat bagi Red Bull. Setelah sempat menghadapi awal musim yang lambat menyusul perubahan regulasi teknis 2026, tim mampu bangkit melalui serangkaian pengembangan mobil yang konsisten dan berujung pada kebangkitan performa di paruh musim. Juara dunia Max Verstappen bahkan sukses memenangkan dua Grand Prix terakhir di Malaysia dan Singapura secara berturut-turut dari posisi pole, membawa Red Bull kini hanya terpaut tujuh poin dari McLaren di posisi ketiga klasemen konstruktor.
Stabilitas internal Red Bull semakin diperkuat setelah Verstappen juga telah mengamankan masa depannya pada bulan Agustus lalu lewat kontrak baru hingga akhir 2030. Dengan kepastian susunan manajemen puncak dan pebalap utama, Red Bull kini menatap masa depan dengan fondasi yang sangat kokoh. Pada musim 2027 mendatang, Verstappen dipastikan akan berduet dengan pebalap muda berbakat Isack Hadjar, menciptakan kombinasi kekuatan optimal untuk mendominasi era regulasi baru Formula 1.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!