Mantan prinsipal tim Christian Horner baru-baru ini mengungkap sebuah keputusan krusial di balik layar ketika Red Bull Racing membangun divisi mesin mandiri untuk ajang Formula 1. Langkah berani ini diambil setelah Honda sempat mengumumkan pengunduran diri mereka dari ajang balap jet darat, yang memaksa skuad yang berbasis di Milton Keynes tersebut untuk memutar otak demi mengamankan masa depan jangka panjang mereka di grid.
Dalam wawancara eksklusif bersama publikasi saudaranya, Motorsport, Horner menjelaskan bagaimana ia harus merekrut tenaga ahli dari berbagai pabrikan mapan, termasuk rival utama mereka saat itu. Proses pembangunan fasilitas Red Bull Powertrains dilakukan dari nol sebagai sebuah perusahaan rintisan baru di Inggris, yang menuntut adanya perubahan budaya kerja yang radikal demi menumbuhkan mentalitas pemenang di antara para insinyur baru yang didatangkan dari berbagai latar belakang kompetitif.
Ketika melakukan perekrutan besar-besaran, Horner secara sadar melarang para pegawainya untuk menyebut nama rival terbesar mereka, yaitu Mercedes. Kebijakan internal yang ketat ini diterapkan bukan tanpa alasan yang matang, melainkan untuk membangun identitas baru yang independen serta memutus ketergantungan mental skuad terhadap dominasi pabrikan asal Jerman yang telah menguasai era mesin V6 turbo-hybrid sejak tahun 2014 silam.
Horner menjelaskan bahwa ia mewawancarai banyak talenta dari pabrikan pesaing dengan meyakinkan mereka bahwa proyek gila ini memiliki fondasi yang kuat. Menggunakan kesuksesan sasis mereka sebagai bukti nyata, Horner meyakinkan para insinyur bahwa Red Bull mampu merancang unit daya yang kompetitif dengan dukungan orang-orang yang tepat, sekaligus memanfaatkan momentum kejayaan Max Verstappen di lintasan balap.
Baca Juga Peringatan Tegas McLaren untuk Norris dan Piastri Usai Insiden GP SingapuraMeskipun sempat menjalin kesepakatan lanjutan dengan Honda untuk masa transisi tahun 2022 hingga 2025 di bawah moniker RBPT, Red Bull kini telah menatap masa depan regulasi baru tahun 2026 dengan menggandeng raksasa otomotif Amerika, Ford. Transformasi masif ini membuktikan ambisi besar tim untuk berdiri sebagai produsen mesin independen sepenuhnya di kancah balap motor internasional.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!