Sesi kualifikasi Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas (COTA) menyisakan kekecewaan mendalam bagi Lando Norris. Pembalap asal Inggris tersebut secara terbuka menyalahkan dirinya sendiri setelah melakukan kesalahan fatal akibat pelanggaran batas lintasan atau track limits. Keputusan pengawas balapan yang menghapus catatan waktu terbaiknya membuat ia harus puas memulai balapan dari posisi kedelapan di grid start.
Padahal, potensi besar sempat terlihat di tangan sang juara dunia bertahan tersebut yang awalnya diprediksi mampu mengamankan posisi start keenam. Namun, pelanggaran batas lintasan yang ketat di COTA merusak segalanya dan membuatnya kehilangan dua posisi penting. Yang lebih menyakitkan bagi Norris, insiden tersebut juga membuatnya harus rela berada di belakang rekan setimnya di McLaren, Oscar Piastri, dalam susunan start balapan utama akhir pekan ini.
Menanggapi ketatnya aturan batas lintasan yang menjadi momok bagi banyak pembalap sepanjang sesi latihan hingga kualifikasi, Norris dengan tegas menolak untuk mencari-cari alasan. Ia tidak ingin menyalahkan kondisi sirkuit atau regulasi, melainkan langsung menunjuk performa buruknya sendiri di atas lintasan Austin. Dengan nada blak-blakan, ia menyatakan bahwa dirinya telah melakukan pekerjaan yang sangat buruk dan sama sekali tidak merasa puas dengan hasil yang diraihnya hari itu.
Tidak hanya mengkritik kesalahannya sendiri, Norris juga memberikan penilaian tajam mengenai karakteristik mobil MCL40 yang dikemudikannya. Menurut pembalap berusia 26 tahun tersebut, mobil McLaren musim ini merupakan kendaraan paling sulit yang pernah ia kendarai sepanjang kariernya di ajang Formula 1. Ia menyebut mobil tersebut sebagai kombinasi dari berbagai kesulitan teknis yang menuntut konsentrasi tingkat tinggi di setiap tikungan sirkuit.
Baca Juga Andrea Kimi Antonelli Ungkap Peran Besar Mercedes dan AyahnyaMeskipun mengakui betapa sulitnya menjinakkan mesin dari Woking tersebut, Norris tetap menyimpan rasa penasaran sekaligus kekecewaan tersendiri karena ia merasa potensi sesungguhnya dari mobil sangat luar biasa. Ia bahkan meyakini bahwa posisi kedua sebenarnya sangat mungkin untuk diraih jika ia tidak melakukan kesalahan. Mobil tersebut dinilai sangat cepat, namun di sisi lain memiliki karakter yang sangat tidak bersahabat dan mengerikan untuk dikemudikan secara sempurna.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!