Kondisi cuaca buruk yang melanda sirkuit Phillip Island akhirnya memaksa para penyelenggara mengambil keputusan pahit untuk membatalkan seluruh rangkaian balapan kelas Moto3 pada akhir pekan ini. Hujan deras dan jarak pandang yang sangat terbatas menjadi faktor utama penentu setelah jadwal sempat mengalami penundaan berkali-kali akibat situasi di lintasan yang tidak memungkinkan untuk menggelar kompetisi roda dua secara aman.

Situasi pelik ini bermula dari hujan lebat yang mengguyur kawasan sirkuit di Australia dalam beberapa jam terakhir, memicu kekhawatiran mendalam di kalangan paddock dan ofisial lomba. Terlebih lagi, perubahan jadwal terus dilakukan secara dinamis menyusul kondisi cuaca yang enggan bersahabat, memaksa panitia memutar otak untuk menyelamatkan jadwal keseluruhan hari Minggu di sirkuit tepi laut tersebut.

Alasan fundamental di balik modifikasi ekstrem pada susunan acara balapan kali ini tidak hanya bertumpu pada intensitas curah hujan yang tinggi saja, melainkan pada aspek keselamatan krusial yakni visibilitas yang sangat minim. Kondisi tersebut dilaporkan membuat helikopter medis darurat tidak diizinkan untuk terbang demi alasan keamanan regulasi penerbangan keselamatan sirkuit.

- Advertisement -
Advertisement

Sebagaimana diketahui, operasional helikopter medis merupakan syarat mutlak dan tidak dapat ditawar dalam penyelenggaraan balapan grand prix. Ketidakmampuan helikopter untuk mengudara otomatis melarang digelarnya sesi balapan demi mengantisipasi skenario terburuk apabila terjadi insiden atau kecelakaan serius yang membutuhkan evakuasi cepat ke rumah sakit terdekat.

Dilansir dari FormulaPassion, pihak penyelenggara menyampaikan dalam pernyataan resmi mereka terkait situasi darurat di Australia. Due to the delays caused by the poor visibility affecting the medical helicopter, the decision has been taken to cancel the Moto3 race at the Red Bull Grand Prix of Australia.

Baca Juga Carlos Cano dan Lorenzo Fellon Juara FIM MotoJunior Misano

Berdasarkan tradisi reguler akhir pekan GP, kelas ringan tersebut seharusnya menjadi pembuka rangkaian balapan utama pada hari Minggu. Namun, penyesuaian waktu yang memprioritaskan kelas utama MotoGP membuat jadwal harus dirombak total dan mengorbankan sesi balapan kelas pembuka tersebut secara permanen untuk keselamatan bersama.

Meskipun keputusan pembatalan ini sangat disayangkan oleh para penikmat balap motor dunia, kabar baiknya adalah hilangnya sesi balapan di Australia ini sama sekali tidak memberikan dampak atau riperyukusi negatif terhadap perolehan poin di klasemen akhir Kejuaraan Dunia Pembalap maupun Konstruktor musim ini.

Seluruh perebutan gelar prestisius tersebut telah resmi dikunci sebelumnya, di mana gelar juara dunia pembalap telah dipastikan menjadi milik Maximo Quiles, sementara titel pabrikan terbaik sukses diamankan oleh pabrikan asal Austria, KTM, yang tampil dominan sepanjang musim balap tahun ini.