Dunia otomotif roda dua kembali dikejutkan oleh sebuah proyek kolaborasi lintas disiplin yang mempertemukan rumah modifikasi kenamaan Jerman, Brabus, pabrikan asal Prancis DAB Motors, serta desainer tersohor asal Jepang, Hiroshi Fujiwara. Ketiga entitas besar di kancah desain kontemporer ini bergabung untuk menciptakan sebuah mahakarya kendaraan roda dua perkotaan yang tidak hanya eksklusif, tetapi juga mendobrak batasan estetika konvensional. Proyek ambisius ini memadukan keahlian teknik tingkat tinggi dengan sentuhan seni urban yang sangat kental.

Genesis dari kolaborasi luar biasa ini bermula ketika Hiroshi Fujiwara terpikat secara mendalam oleh model dasar buatan DAB Motors saat perhelatan Milan Design Week. Pertemuan estetika tersebut langsung memicu lampu hijau untuk merealisasikan sebuah kendaraan listrik murni yang dirancang untuk meninggalkan jejak mendalam di lanskap budaya urban global. Ketiga pihak bekerja secara intensif untuk menyaring setiap elemen visual demi mencapai esensi kemurnian desain, menyeimbangkan keindahan visual kota metropolitan dengan performa teknik mutakhir.

Dari segi estetika, kendaraan yang dinamai Brabus Urban E Fragment Edition ini mengusung skema warna monokromatik hitam dan putih yang mendominasi seluruh bagian tubuhnya. Bodi gelap dipadukan secara kontras dengan penutup roda berbahan serat karbon putih yang mencolok. Sentuhan warna senada juga diaplikasikan pada komponen kaliper rem serta jok mewah bermaterialkan kulit eksklusif Brabus Masterpiece. Integrasi jok dan tangki pada struktur monokok, dipermanis oleh sepatbor serta panel samping dari serat karbon mengkilap, mempertegas karakter futuristik kendaraan ini.

- Advertisement -
Advertisement

Di balik tampilannya yang minimalis dan elegan, tersimpan spesifikasi teknis berperforma tinggi yang digerakkan oleh motor listrik generasi terbaru. Dapur pacu tersebut mampu menghasilkan tenaga puncak sebesar 37 daya kuda serta torsi instan mencapai 475 Nm pada roda belakang. Kombinasi teknis ini menjamin akselerasi yang sangat responsif di lingkungan perkotaan dengan kecepatan tertinggi yang dibatasi pada angka 120 kilometer per jam. Sumber tenaga utamanya berasal dari baterai ion-litium berkapasitas 72 volt, yang diklaim mampu menyediakan jarak tempuh hingga 150 kilometer untuk penggunaan perkotaan serta waktu pengisian daya kurang dari empat jam.

Baca Juga Nico Koch Resmi Gabung Sarholz KTM untuk Musim Depan

Sektor kaki-kaki kendaraan ini juga dirancang menggunakan komponen kelas atas tanpa kompromi, termasuk penggunaan suspensi depan upside-down berdiameter 46 mm dan peredam kejut belakang dari Ohlins. Untuk menjinakkan bobot kendaraan yang hanya seberat 145 kilogram, dipasangkan sistem pengereman berkualitas tinggi dari Brembo yang dilengkapi kaliper radial serta piringan cakram jenis floating. Seluruh struktur canggih ini bertumpu kokoh di atas sasis baja tubular yang dipadukan dengan swingarm berbahan aluminium cor ultral ringan.

Kehadiran karya seni teknik ini dipastikan menjadi buruan para kolektor global karena produksinya yang sangat terbatas. Kepastian ini ditegaskan setelah debut resminya di ajang ComplexCon di Los Angeles, di mana kendaraan roda dua ini diposisikan sebagai barang koleksi eksklusif bernilai seni tinggi yang menggabungkan teknologi ramah lingkungan dengan kemewahan aristokratik.