Persaingan sengit Kejuaraan Ketahanan Dunia FIA atau yang lebih dikenal sebagai WEC musim ini resmi mencapai babak penentuan krusial setelah gelaran 6 Jam Barcelona di Sirkuit Montmelo merampungkan paruh penutup kompetisi. Dilansir dari FormulaPassion, pertarungan ketat di atas lintasan asphalt Catalunya memberikan kejelasan mutlak terhadap peta kekuatan global ajang balap ketahanan mobil sport. Dominasi pabrikan asal Jepang, Toyota, tidak terbendung lagi setelah mereka berhasil mengunci gelar juara dunia kategori pabrikan atau Manufacturers Championship dengan keunggulan poin yang tidak terkejar oleh para rival terdekatnya.
Keberhasilan gemilang ini sekaligus menandai titel kedelapan dalam sejarah keikutsertaan pabrikan asal Negeri Sakura tersebut di ajang WEC, menegaskan superioritas teknik mereka sejak era regulasi Hypercar diberlakukan. Penampilan konsisten di bawah komando Toyota Gazoo Racing kembali memperlihatkan efisiensi aerodinamika, ketahanan mesin hybrid yang luar biasa, serta strategi pit stop yang nyaris tanpa cela di setiap seri. Gelar juara dunia konstruktor ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa pengembangan mobil prototipe mereka berada di level tertinggi dunia, mengalahkan gempuran pabrikan mapan lainnya seperti Ferrari yang harus puas finis di posisi ketiga podium Catalunya.
Tidak hanya mengamankan gelar pabrikan, perebutan titel juara dunia pebalap Hypercar juga dipastikan menjadi milik internal keluarga besar pabrikan Jepang tersebut. Pertarungan sengit kini mengerucut pada dua trio pebalap andalan mereka yang akan saling bunuh di seri pamungkas penutup musim. Trio mobil #8 yang dihuni oleh Brendon Hartley, Ryo Hirakawa, dan Sebastien Buemi sukses keluar sebagai pemenang di Barcelona, memberikan suntikan moral sekaligus tambahan poin masif untuk memimpin klasemen sementara. Di sisi lain, mobil kembar #7 yang digawangi oleh Mike Conway, Kamui Kobayashi, dan Nyck de Vries terus menempel ketat di posisi kedua klasemen setelah mengamankan hasil positif di Catalunya.
Kepastian perebutan gelar juara pebalap dunia Hypercar ini akan mencapai puncaknya pada seri terakhir di Sirkuit Monza, Italia. Lintasan bersejarah yang dijuluki sebagai Kuil Kecepatan tersebut tidak hanya akan mementaskan pertarungan akhir kelas utama Hypercar, tetapi juga menjadi saksi penentuan mahkota juara dunia untuk kategori LMGT3. Kemenangan luar biasa yang diraih oleh tim Manthey #92 di Barcelona sukses menghidupkan kembali bara persaingan di kelas GT3, membuat klasemen akhir kedua kategori baik pebalap maupun tim konstruktor terbuka lebar hingga bendera finis berkibar di Monza.
Baca Juga Kalender Sementara Kejuaraan Dunia Sidecar 2027 Resmi Dirilis| POS | PILOTI | TEAM-AUTO | PUNTI |
|---|---|---|---|
| 1 | Hartley – Hirakawa – Buemi | Toyota Gazoo Racing #8 | 114 |
| 2 | Conway – Kobayashi – De Vries | Toyota Gazoo Racing #7 | 97 |
| 3 | Magnussen – Marciello | BMW M Team WRT #15 | 75 |
| 4 | Rast – Frijns | BMW M Team WRT #20 | 75 |
| 5 | Dries Vanthoor | BMW M Team WRT #15 | 69 |
| 6 | Fuoco – Molina – Nielsen | Ferrari AF Corse #50 | 69 |
| 7 | Sheldon van der Linde | BMW M Team WRT #20 | 65 |
| 8 | Giovinazzi – Calado – Pier Guidi | Ferrari AF Corse #51 | 59 |
| 9 | Nato – Stevens | Cadillac Hertz Team Jota #12 | 58 |
| 10 | Habsburg – Milesi | Alpine Endurance Team #35 | 57 |
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!