Kemenangan dominan kembali diraih oleh pembalap muda berbakat asal Italia, Kimi Antonelli, yang sukses mengamankan podium tertinggi pada ajang Grand Prix Amerika Serikat. Melalui strategi satu kali pit stop yang berjalan sempurna, Antonelli mampu meredam perlawanan sengit dari para rival terkuatnya di paruh kedua balapan, sekaligus membawanya berada di ambang sejarah besar dunia balap jet darat.

Hasil gemilang ini menandai kemenangan kesembilan Antonelli sepanjang musim berjalan. Pembalap berusia 20 tahun tersebut kini berada di ambang rekor sebagai juara dunia Formula 1 termuda sepanjang sejarah. Meski demikian, ia harus sedikit bersabar dan menunda perayaan gelarnya hingga setidaknya seri balap berikutnya, menyusul hasil kurang memuaskan yang diraih rekan setimnya di Mercedes, di mana George Russell harus puas finis di posisi kedelapan sementara Lewis Hamilton mengamankan tempat keempat di garis finis.

Jalannya balapan di Circuit of the Americas langsung menyajikan drama sejak lampu start padam. Antonelli yang memegang pole position mampu mempertahankan keunggulannya di Tikungan 1 menggunakan ban medium. Di belakangnya, persaingan ketat langsung tersaji ketika Charles Leclerc mencoba menyodok untuk merebut posisi kedua dari genggaman Max Verstappen, memanfaatkan sedikit kendala traksi pada mobil Red Bull saat keluar dari tikungan pertama.

- Advertisement -
Advertisement

Meskipun Verstappen sempat merebut kembali posisi kedua sebelum lap pertama berakhir, Antonelli di posisi terdepan sudah mampu membangun keunggulan hingga dua detik. Jarak tersebut terus ia perlebar secara konsisten di stint pertama, sebelum akhirnya Verstappen memicu rangkaian pit stop lebih awal dengan masuk ke jalur pit pada akhir lap ke-13 untuk beralih ke kompon ban lunak demi menjalankan strategi dua kali pit stop.

Baca Juga Coulthard Desak FIA Percepat Keputusan Safety Car di F1

Memasuki pertengahan balapan dari total 56 lap yang dilombakan, situasi mulai memanas ketika Verstappen sempat mengeluhkan kondisi kendaraannya melalui raio tim. Pembalap asal Belanda tersebut melaporkan bahwa mobilnya terasa sangat sulit dikendalikan, sebelum akhirnya memutuskan melakukan pit stop kedua pada lap ke-33 untuk menggunakan ban medium demi menghadapi sisa balapan.

Keunggulan taktis terlihat jelas pada kubu Mercedes yang sukses menjalankan strategi ban keras secara optimal. Selepas keluarnya Verstappen dari jalur pit, Antonelli hanya membutuhkan waktu setengah lap untuk mengambil alih pimpinan lomba setelah melakukan manuver overtake brilian atas Leclerc di zona pengereman Tikungan 12, mengukuhkan dominasinya hingga garis finis dengan keunggulan telak 13 detik di depan pembalap Ferrari tersebut.