Pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, meyakini bahwa masa sulit yang ia lalui pada musim debutnya di Formula 1 pada 2025 menjadi fondasi utama di balik performa impresifnya di 2026. Kini, pembalap asal Italia itu memimpin klasemen sementara dengan keunggulan 59 poin atas rekan setimnya, George Russell, dan mantan juara dunia, Lewis Hamilton.
Antonelli, yang baru berusia 20 tahun, telah menunjukkan lompatan performa yang luar biasa dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada 2025, ia hanya mampu mencetak poin dalam dua dari sembilan balapan Eropa dan mengakhiri musim di posisi ketujuh dengan 150 poin. Namun, musim ini ia telah meraih enam kemenangan, termasuk dua kemenangan beruntun di China dan Jepang yang mengantarnya memuncaki klasemen.
"Pengalaman memainkan peran yang sangat besar," ujar Antonelli kepada F1.com. "Tentu saja, saya masih memiliki banyak pengalaman yang harus ditempa, tapi saya pikir tahun lalu, terlepas dari semua momen buruk, masa-masa sulit itu justru yang saya butuhkan. Itu membantu saya tumbuh lebih dari yang saya perkirakan. Itu membuat saya lebih kuat secara emosional dan mental."
Pernyataan ini muncul di tengah banyaknya diskusi tentang bagaimana Antonelli menghadapi tekanan sebagai pemimpin klasemen. Sejak mengambil alih puncak klasemen di Jepang, ia belum menunjukkan tanda-tanda goyah. Kini, ia bersiap menghadapi balapan kandangnya di Monza, meski harus menerima penalti penggantian unit tenaga.
Konsistensi Antonelli musim ini juga terlihat dari minimnya kesalahan. Ia hanya gagal finis sekali, berbeda dengan empat kali retir pada 2025. Perubahan ini menunjukkan bagaimana ia telah belajar dari kesalahan masa lalu dan mampu menjaga ritme balapan yang lebih stabil.
Baca Juga Bradley Cooper Ubah Monako Jadi Grand Prix 1962 untuk Film Ocean's ElevenDengan keunggulan poin yang cukup besar, Antonelli memiliki peluang emas untuk mengamankan gelar juara dunia pertamanya. Namun, ia tetap rendah hati dan fokus pada setiap balapan, menyadari bahwa musim masih panjang dan persaingan di puncak klasemen sangat ketat.
Grand Prix Italia di Monza dijadwalkan berlangsung pada 4-6 September. Ini akan menjadi momen penting bagi Antonelli untuk menunjukkan bahwa ia mampu tampil di bawah tekanan, terutama setelah pengalaman pahit yang ia alami di sirkuit yang sama pada tahun lalu.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!