Peta persaingan ajang balap mobil paling bergengsi di dunia kembali menghadirkan cerita menarik ketika Kimi Antonelli membuat sebuah pengakuan jenaka mengenai rekor milik Sebastian Vettel yang berpeluang ia pecahkan pada akhir pekan ini. Menyongsong putaran ke-18 di Grand Prix Amerika Serikat yang berlangsung di Austin, pembalap muda berbakat asal Italia tersebut berada dalam posisi di mana sejarah baru Formula 1 bisa saja tercipta, meskipun ia sendiri mengaku tidak memiliki memori langsung tentang momen monumental yang dilakukan oleh sang pendahulunya dari masa lalu.

Kemungkinan besar gelar juara dunia musim ini memang masih membutuhkan waktu, mengingat ia harus mampu mengungguli perolehan poin dari rekan seangkatannya dengan selisih yang cukup jauh. Kendati demikian, terlepas dari kapan kepastian mahkota juara tersebut akhirnya dikunci, pembalap andalan Mercedes itu dipastikan bakal merebut catatan rekor termuda yang sebelumnya pernah diukir oleh mantan juara dunia asal Jerman bersama tim Red Bull Racing pada musim kompetisi 2010 silam saat usianya masih menginjak 23 tahun. Jika berhasil mengamankan gelar dalam waktu dekat, rekor tersebut akan terpangkas hingga tiga tahun lebih cepat.

Ketika disinggung mengenai catatan sejarah tersebut dalam sesi konferensi pers resmi pra-acara di Sirkuit Americas, Austin, sang bintang muda secara terbuka melontarkan tanggapan yang mengundang gelak tawa karena usianya yang masih sangat belia ketika rekor itu tercipta. "Saya tidak ingat itu," ujar Kimi Antonelli, sebagaimana dilaporkan oleh Motorsport.com. "Saya baru berusia empat tahun. Saya minta maaf. Saya ingat saya sedang bermain dengan Hot Wheels, tetapi saya tidak ingat dia mengamankan gelar tersebut." Kenangan masa kecil yang polos itu kontras dengan situasi kompetitif tingkat tinggi yang dihadapinya saat ini di kancah balap jet darat.

- Advertisement -
Advertisement

Lebih lanjut, pembalap asal Italia tersebut mengenang bagaimana dirinya baru menyadari betapa dramatisnya musim 2010 setelah ia beranjak dewasa dan menyaksikan ulang tayangan balapan penentuan yang melibatkan banyak nama besar dunia. "Kemudian setelah saya tumbuh dewasa, saya melihat balapan itu, yang juga luar biasa gila karena itu adalah pertarungan gelar yang sangat ketat antara kalian semua," tambahnya di hadapan para awak media, termasuk Lewis Hamilton yang turut hadir dalam sesi wawancara bersama para rival lainnya seperti Mark Webber dan Fernando Alonso.

Menghadapi akhir pekan di Austin yang menjadi peluang matematis pertamanya untuk menyegel gelar juara dunia musim ini, sang pembalap menegaskan bahwa dirinya tetap mempertahankan pendekatan mental yang tidak berbeda dari seri-seri sebelumnya. Ia merasa takjub dengan bagaimana momentum musim ini berjalan sangat baik baginya semenjak ia merasakan langsung performa kendaraan di atas lintasan. "Saya berada dalam posisi yang luar biasa, tetapi tentu saja tahun ini, dengan bagaimana segala sesuatunya berjalan dan bagaimana perasaan saya di dalam mobil selama akhir pekan dan juga dengan momentumnya, saya pikir saya bisa memiliki kesempatan tahun ini untuk bertarung," tuturnya dengan penuh rasa percaya diri.

Baca Juga Norris Uji Hypercar McLaren MCL-HY Sebelum GP Azerbaijan

Meski demikian, ia tetap fokus menatap sisa balapan tanpa beban berlebihan demi menjaga konsistensi performa terbaiknya di setiap sesi latihan maupun balapan utama. "Untungnya, saya berada di posisi yang sangat baik sekarang. Tapi saya harus terus maju, dan pola pikirnya selalu sama, yaitu kapan pun saya turun ke trek untuk berada di puncak dan mencoba menang sebanyak mungkin. Apakah saya memenangkan kejuaraan, apakah saya memenangkannya akhir pekan ini atau akhir pekan depan, atau di Brasil, mari kita lihat," ungkapnya.

Perjuangan sang bintang muda di hari pembuka latihan bebas di Austin sempat diwarnai sedikit kendala teknis ketika ia mengalami masalah pada bagian jok kendaraannya yang longgar di awal sesi latihan bebas kedua. Insiden kecil tersebut harus membuang waktu berharganya di lintasan sekitar 15 menit. Namun, sesudah masalah tersebut berhasil diatasi dengan baik oleh krunya, ia langsung memamerkan kecepatan impresif untuk mengamankan catatan waktu tercepat kedua, tepat berada di belakang Charles Leclerc yang keluar sebagai yang tercepat di kedua sesi latihan hari Jumat menggunakan mobil Ferrari yang telah mendapatkan peningkatan performa.