Pedro Acosta mengaku “really struggling” di Sprint MotoGP Aragon akhir pekan ini. Padahal, hasil P4 dari posisi start P6 sejatinya bukan catatan buruk. Namun, ada satu momen di grid yang berubah menjadi bumerang: ia terpaksa turun dari motor untuk mendorong RC16-nya ke posisi yang benar, dan tanpa sengaja merusak sayap jok belakang.

Insiden kecil itu berdampak besar pada performa Acosta di tikungan cepat kanan, terutama tikungan 2, 3, dan 13. Pedro Acosta mengaku kehilangan stabilitas saat entry, yang membuatnya sulit mengejar Marco Bezzecchi di lap-lap akhir.

“Saya membuat banyak kesalahan di race,” kata pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu usai Sprint. “Saya pikir saya punya potensi lebih, jujur saja. Tapi ya, motornya sebenarnya terasa cukup enak. Namun, saya melakukan kesalahan di grid, kehilangan posisi, harus turun dari motor, narik motor lagi, dan akhirnya saya mematahkan satu sayap di belakang.”

- Advertisement -
Advertisement

Akibat sayap yang hilang, Acosta kesulitan berbelok di tikungan kanan cepat. Ia bahkan melebar di tikungan 8 dan membiarkan Jorge Martin menyalipnya. Setelah itu, duel sengit terjadi, tetapi waktu berharga pun hilang.

Baca Juga Marquez Kembali Pimpin FP1 MotoGP Aragon 2026, Fernandez Terpaut Tipis

Meski demikian, ada hal positif: untuk pertama kalinya dalam karier MotoGP-nya, Acosta mencatatkan waktu lap tercepat di lap terakhir. Ia juga berhasil memangkas jarak hampir satu detik dari Bezzecchi dalam dua lap terakhir, meski akhirnya harus puas di belakangnya.

“Bagaimanapun, cukup senang karena ini pertama kalinya saya membuat lap tercepat di lap terakhir,” ujarnya. “Jadi cukup senang bisa finis keempat setelah hari yang berat kemarin.”