Aksi kontroversial terjadi di ajang Formula 1 Grand Prix Singapura ketika Lewis Hamilton mengambil keputusan strategis yang berisiko tinggi dan keluar dari rencana awal timnya. Langkah mandiri juara dunia tujuh kali ini langsung menjadi sorotan tajam dari pengamat senior sekaligus mantan pebalap Martin Brundle, yang menilai keputusan tersebut sebagai sebuah kesalahan fatal yang merugikan posisi akhir balapannya di Marina Bay.

Dalam jalannya perlombaan, Ferrari sebenarnya telah menyiapkan skema matang, namun Hamilton justru mengabaikan instruksi untuk mengikuti rekan setimnya, Charles Leclerc, masuk ke jalur pit di bawah kondisi virtual safety car. Keputusan untuk memaksakan strategi satu kali masuk pit dan bertahan selama 44 putaran penuh menggunakan ban kompon lunak terbukti menjadi bumerang besar pada fase-fase krusial menjelang garis finis.

Martin Brundle memberikan analisis mendalam mengenai jalannya balapan tersebut dengan menyatakan bahwa pebalap senior asal Inggris itu awalnya memulai lomba dengan ban medium segar sebelum beralih lebih awal pada putaran ke-18 ke ban lunak. Namun, keputusan untuk tidak lagi melakukan pengisian bahan bakar atau pergantian ban saat virtual safety car akibat insiden Lance Stroll justru menjerumuskannya ke dalam kesulitan besar di paruh kedua balapan.

- Advertisement -
Advertisement

Akibat keputusan tersebut, performa mobil yang dikemudikannya mengalami penurunan drastis karena keausan ban yang parah di sirkuit yang terkenal sulit untuk melakukan aksi salip-menyalip. Hamilton perlahan kehilangan posisinya dari barisan depan dan harus rela disusul oleh Leclerc, pebalap Mercedes Andrea Kimi Antonelli, serta duo McLaren Lando Norris dan Oscar Piastri hingga akhirnya harus puas finis di posisi keenam.

Menyadari kesalahan besar yang dilakukannya, Hamilton tidak menutup-nutupi kekecewaannya dan langsung menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada tim usai balapan karena merasa telah mengecewakan seluruh anggota skuad. Melalui pernyataan resminya di media sosial, ia mengakui bahwa insiden di Singapura merupakan sebuah pelajaran yang sangat menyakitkan namun harus diterima dengan penuh tanggung jawab demi evaluasi ke depan.

Baca Juga Kesalahan Strategi GP Singapura Ungkap Kelemahan Charles Leclerc

"Kemarin bukanlah hasil yang kami harapkan, dan itu adalah tanggung jawab saya. Di lintasan yang sulit untuk menyusul, Anda harus mencoba sesuatu yang berbeda dan saya memilih strategi yang akhirnya tidak berhasil," ujar Hamilton merespons hasil balapannya yang kurang memuaskan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hasil finis di posisi keenam sama sekali tidak mencerminkan kecepatan sejati yang dimiliki oleh mobilnya sepanjang akhir pekan tersebut. Dirinya tetap menyampaikan apresiasi tinggi kepada para penggemar di Singapura yang selalu memberikan energi luar biasa serta berjanji akan bangkit kembali pada seri balapan berikutnya.