Akhir pekan Grand Prix Singapura Formula 1 kembali diwarnai oleh kontroversi teknis yang melibatkan sistem pencatatan waktu resmi FIA. Masalah infrastruktur digital ini kembali memakan korban dan menimbulkan kebingungan di paddock, terutama setelah insiden nyata di sesi kualifikasi Q2 yang melibatkan pembalap berpengalaman asal Jerman, Nico Hulkenberg, dan rivalnya asal Spanyol, Carlos Sainz.

Insiden tersebut bermula ketika Carlos Sainz tengah bersiap melakoni putaran krusial pada fase akhir Q2. Namun, ambisi pembalap tersebut harus kandas seketika setelah ia mendapati mobil Audi yang dikemudikan oleh Nico Hulkenberg melaju dengan kecepatan sangat lambat tepat di area tikungan kelima. Posisi mobil Hulkenberg berada di jalur balap ideal, memaksa Sainz melakukan pendaratan mendadak dan merusak catatan waktunya secara keseluruhan.

Banyak pihak di paddock meyakini bahwa insiden kasat mata itu merupakan pelanggaran hambatan atau impeding yang sudah sangat jelas. Bahkan, Nico Hulkenberg sendiri sempat merasa pasrah dan mengakui bahwa dirinya kemungkinan besar akan dijatuhi sanksi turun tiga posisi di grid balapan akibat insiden tersebut. "Saya tidak tahu, mereka tidak memperingatkan saya, saya tidak mendapat panggilan radiom dan sayangnya, ini tidak terlihat bagus bagi saya," ujar Hulkenberg usai sesi kualifikasi, seperti dikutip dari The Race.

- Advertisement -
Advertisement

Kendati demikian, keputusan akhir yang dikeluarkan oleh pengawas balapan atau Stewards justru di luar dugaan. Federasi memutuskan untuk membebaskan Nico Hulkenberg dari segala bentuk penalti dengan dalih adanya keadaan luar biasa yang meringankan. Penyelidikan lanjutan menunjukkan bahwa sistem pencatatan waktu resmi Federation Internationale de l'Automobile mengalami disinkronisasi parah dengan monitor waktu F1.

Baca Juga Jadwal Lengkap & Jam Start F1 GP Australia 2026 Melbourne

Akibat kekacauan sistem digital tersebut, informasi mengenai posisi mobil lawan di lintasan tidak tersampaikan dengan baik kepada para pembalap maupun tim di pit wall. Situasi krisis teknologi ini memicu gelombang kritik tajam dari berbagai pihak, mengingat keandalan sistem penunjang keselamatan dan keadilan kompetisi kelas dunia kini dipertanyakan menyusul serangkaian insiden error yang terus berulang sepanjang akhir pekan di Singapura.