Insiden horor mewarnai jalannya Race 2 ajang Gold Coast 500 pada Sabtu pagi, ketika David Sieders mengalami kecelakaan hebat yang diklaim sebagai yang paling menakutkan sepanjang karier balapnya. Peristiwa bermula ketika Sieders tengah memegang kendali di posisi keempat, unggul hampir dua detik dari Lachlan Brewczynski yang berada di posisi kelima, sementara Ryaan Cottrell melaju konsisten di tempat ketujuh.
Petaka terjadi saat mobil Mazda BT-50 bernomor #1 yang dikemudikan Sieders menyenggol tumpukan ban pertama di area chicane. Sentuhan tersebut membuat kendaraan tidak stabil, membentur tembok pembatas, dan terpental kembali ke tengah lintasan dalam posisi menyamping. Mengingat kecepatan tinggi di area tersebut, Brewczynski yang berada tepat di belakang tidak memiliki waktu untuk menghindar secara sempurna dan harus mengunci ban demi meminimalisir benturan, sebelum akhirnya menghantam telak bagian pintu penumpang mobil Sieders.
Dampak dari tabrakan keras tersebut membuat kedua kendaraan terdorong ke bagian dalam sirkuit, di mana Cottrell yang datang menyusul tidak mampu lagi menghindari kecelakaan dan menabrak Sieders pada kecepatan yang lebih lambat. Kendati kondisi kendaraan mengalami kerusakan parah hingga harus ditarik keluar, seluruh pebalap dilaporkan berhasil keluar dari kokpit dalam keadaan selamat, meski mengeluhkan rasa sakit dan langsung saling memeriksa kondisi pasca-insiden.
Insiden ini menambah catatan buruk bagi David Sieders di tikungan pantai tersebut. Pengalaman itu mengingatkannya pada sejumlah kecelakaan masif terdahulu, termasuk insiden mobil Aussie pada tahun 2005 serta tumpukan V8 Utes yang terkenal pada tahun 2013 silam. Namun, bagi sang pebalap veteran, insiden terbaru ini memberikan sensasi psikologis yang jauh lebih mencekam dibandingkan sebelumnya.
"Saya sudah membalap di sana selama bertahun-tahun. Ini adalah mobil ketiga saya yang hancur total di chicane pantai, jadi tempat ini mungkin sedang mencoba memberitahu saya sesuatu," ujar Sieders dilansir dari Speedcafe. Ia menambahkan bahwa momen menunggu datangnya benturan terasa sangat lama dan menciptakan ketegangan luar biasa di dalam kokpit.
Baca Juga Opel Astra Rilis Varian Start, Harga Lebih Terjangkau"Yang ini, percaya atau tidak, adalah yang paling menakutkan karena saya punya waktu lebih lama untuk melihat mobil datang ke arah saya dan berpikir 'oh tidak, dia akan menabrak saya' lalu berbalik dan menunggu begitu lama dengan mata tertutup hingga benar-benar terjadi benturan. Rasanya seperti keabadian. Saya pikir 'ini akan sangat menyakitkan'," kenang Sieders menjelaskan detik-detik menegangkan tersebut.
Perdebatan mengenai penggunaan tumpukan ban di area chicane kembali mencuat. Fasilitas pengaman tersebut sebenarnya dipasang untuk mencegah para pebalap memotong kerb secara liar seperti yang sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Kendati demikian, bagi Sieders, keberadaan pembatas ban ini justru mendatangkan masalah yang menjengkelkan bagi para peserta lomba.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!