Insiden dramatis mewarnai jalannya balapan pembuka di Sandown ketika Cameron harus mengakhiri lomba lebih cepat akibat mobil Ford Mustang yang dikemudikannya mendadak mengeluarkan kobaran api yang cukup besar dari bagian tengah kendaraan. Peristiwa menegangkan tersebut terjadi tepatnya ketika perlombaan memasuki putaran ke-14 dari total 79 lap yang direncanakan. Lidah api terlihat menjilat-jilat dari balik bodi mobil tim Blanchard Racing Team, memaksa sang pembalap untuk segera mengambil tindakan cepat demi menyelamatkan diri di tengah lintasan yang menantang.
Melihat kondisi mobil yang semakin membahayakan, Cameron dengan sigap memacu kendaraannya keluar jalur melalui area tikungan kombinasi chicane Turn 2 dan Turn 3 sebelum akhirnya berhasil bergabung kembali dan menghentikan kendaraannya di sisi dalam Turn 4. Petugas pemadam kebakaran lintasan atau fire marshals bergerak dengan sangat cepat dan tanggap untuk memadamkan api yang melalap bagian bawah mobil, di mana panas yang ditimbulkan bahkan sempat membuat lapisan vinil pada panel seperempat bagian kiri belakang mobil tersebut melepuh dan menggelembung.
Menanggapi insiden yang menimpa anak asuhnya, insinyur tim Daniel Veronese mengungkapkan bahwa pihak tim langsung melakukan analisis mendalam dan menemukan dua potensi penjelasan utama terkait penyebab munculnya api tersebut. Menurutnya, masalah teknis ini kemungkinan besar berakar dari kegagalan pada modul distribusi daya atau Power Distribution Module kendaraan, atau adanya kebocoran bahan bakar yang mengenai bagian sistem pembuangan knalpot yang panas selama balapan berlangsung dalam kondisi lintasan basah.
"Saya menduga ini antara PDM yang mengalami kegagalan, hanya dari kondisi trek basah karena PDM berada di luar mobil dan terekspos, atau kita mengalami sedikit bahan bakar yang tumpah ke bagian knalpot," ujar Daniel Veronese menjelaskan situasi teknis tersebut kepada awak media setelah insiden. Ia juga menambahkan bahwa meskipun sempat ada indikasi ban bocor dari laporan awal pembalap, tim menyadari bahwa mereka telah kehilangan keseluruhan sistem kelistrikan secara total yang membuat mobil tidak dapat dikendalikan dengan normal di atas lintasan.
Di sisi lain, Cameron sendiri tampak menunjukkan ketenangan yang luar biasa di luar dugaan ketika ia melangkah keluar dari kokpit mobilnya yang berasap dan segera menekan tombol pemadam kebakaran eksternal yang terletak di bagian dasar kaca depan. Meskipun sempat merasakan kepulan asap pekat selama beberapa putaran sebelum api benar-benar membesar menjelang tikungan pertama, ia mampu mengendalikan situasi dengan kepala dingin dan mencari bantuan petugas terdekat untuk memastikan keselamatan dirinya dari bahaya yang lebih besar di dalam kabin.
Baca Juga Muklada Sarapuech Bidik Kejuaraan Dunia WorldWCR 2027"Ada api di dalam kabin jadi saya menghentikan mobil dan keluar," kenang Cameron menceritakan detik-detik menegangkan saat dirinya terjebak di dalam kendaraan. Ia bahkan sempat melontarkan candaan ringan mengenai kecepatan proses keluar dari mobil yang biasanya tidak terlalu cepat dalam sesi balapan ketahanan, seraya memuji usahanya sendiri yang berhasil keluar dengan sigap meskipun harus mengingat kembali tata cara mengaktifkan tombol darurat di bagian luar bodi mobil balap tersebut.
Akibat insiden kebakaran yang menimpa kendaraan Blanchard Racing Team ini, pimpinan lomba terpaksa menurunkan mobil keselamatan atau Safety Car yang langsung mengubah jalannya strategi balapan secara keseluruhan. Kehadiran Safety Car tersebut memicu gelombang pertama pit stop wajib yang dilakukan lebih awal dari perkiraan normal, di mana barisan depan yang sebelumnya diisi oleh para pembalap terkemuka harus berjuang keras mengatur strategi baru di jalur pit lane yang sibuk.
Kondisi pit lane yang mendadak padat tersebut langsung dimanfaatkan dengan sangat baik oleh para pesaing utama lainnya untuk mengubah posisi di papan klasemen sementara balapan. Will Brown dan Brodie Kostecki sukses keluar dari area pit stop masing-masing di posisi pertama dan kedua, sementara Matt Payne yang sebelumnya memimpin jalannya lomba harus rela turun ke peringkat ketiga, disusul oleh Cam Waters serta Broc Feeney yang terpaksa melorot ke posisi ketujuh akibat strategi pengisian ganda di garasi tim.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!