Pesta kemenangan Lando Norris di sirkuit Interlagos, Sao Paulo, diwarnai oleh sebuah insiden yang tidak biasa dan cukup menggelitik di atas podium. Pembalap asal Inggris tersebut baru saja menerima trofi kemenangannya setelah tampil dominan di atas lintasan ketika ia mencoba melakukan ritual perayaan khasnya, yakni menghantamkan botol sampanye ke lantai podium untuk memancarkan air bertekanan tinggi ke udara.

Namun, alih-alih merayakan kesuksesan dengan semburan sampanye yang meriah, botol kaca tersebut justru pecah seketika akibat hantaman yang terlalu keras. Akibat kejadian tersebut, pembalap andalan tim McLaren ini hanya mendapati dirinya memegang bagian atas botol yang patah, sementara cairan berhamburan tanpa arah yang jelas. Situasi ini langsung mengundang perhatian penonton dan para pesaingnya di podium.

Tidak berhenti sampai di situ, drama di atas podium berlanjut ketika Norris melangkah mendekati area kembang api panggung atau pyrotechnics. Secara mengejutkan, ia tampak terkena percikan api kembang api yang menyembur di sisi kanan kepalanya, membuat pembalap muda berbakat tersebut sempat memegang wajahnya sejenak karena terkejut dengan sambaran panas tersebut.

- Advertisement -
Advertisement

Meskipun sempat mengalami momen menegangkan, suasana segera mencair ketika Norris tertawa bersama Max Verstappen dan Isack Hadjar. Kedua pembalap Red Bull yang berdiri mendampinginya di podium setelah finis di posisi kedua dan ketiga turut memastikan bahwa rekan sesama pembalap itu baik-baik saja setelah insiden kembang api tersebut.

Prinsipal tim McLaren, Andrea Stella, kemudian memberikan penjelasan kepada awak media dalam konferensi pers pascabalapan ketika ditanya mengenai kondisi fisik anak asuhnya. Stella memastikan bahwa sang juara dunia dalam kondisi yang aman dan tidak mengalami cedera serius akibat insiden pyrotechnics maupun insiden pecahan botol sampanye.

"Saya belum berbicara dengannya. Saya belum memeriksanya, tetapi saya mengerti dia baik-baik saja," ujar Stella kepada para jurnalis. Ia menambahkan bahwa insiden yang sebenarnya dikhawatirkan justru berasal dari kembang api, bukan dari botol sampanye yang pecah di tangannya.

Baca Juga Leonardo Fornaroli Lanjut di F1 dan Debut WEC Bersama McLaren

"Saya mengerti bahwa dia mengalami insiden dengan kembang api, bukan dengan botol. Saya rasa botol itu juga tidak berjalan dengan baik karena dia tampak hanya memegang bagian atasnya, tetapi saya pikir dia hanya dikejutkan oleh kembang api saat dia hendak membuka botol," lanjut Stella menjelaskan situasi tersebut.

Kejadian lucu ini terasa begitu ironis mengingat Norris sebelumnya pernah secara terbuka membahas risiko dari metode favoritnya dalam membuka botol sampanye yang telah ia lakukan sepanjang karier balapnya di ajang Formula 1. Tradisi membenturkan botol ini bahkan sempat memicu insiden serupa di masa lalu ketika ia secara tidak sengaja memecahkan trofi milik Verstappen di Grand Prix Hungaria 2023.

Terlepas dari insiden perayaan yang kocak tersebut, akhir pekan di Sao Paulo ditutup dengan penampilan luar biasa di atas aspal. Norris sukses melakukan pemulihan gemilang setelah awal balapan yang lambat, sebelum akhirnya melesat meninggalkannya para rival dan finis dengan keunggulan 14,6 detik untuk mengamankan kemenangan ketiganya musim ini sekaligus kemenangan beruntun di Brasil.